Fraksi Gelora Soroti Ketergantungan pada Transfer Pusat dan Berikan 4 Rekomendasi Strategis

oleh -686 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Fraksi Partai Gelora DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan catatan konstruktif terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin (14/07/2025).

Melalui Juru Bicara Fraksi Gelora, Sandi, S.Pd,. MM menyampaikan pandangan fraksinya di hadapan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori dan jajaran Forkopimda.

“Kami apresiasi capaian Opini WTP dari BPK dan realisasi pendapatan 99,76% yang hampir sempurna,” ungkap Sandi. “Namun, ketergantungan pada transfer pusat yang mencapai 85,4% dari total pendapatan harus menjadi perhatian serius.”

Pada kesempatan tersebut, Sandi juga menyoroti poin-poin Krusial dimana pencapaian dan tantangan pendapatan Daerah, Realisasi PAD 107,25% dinilai positif, namun diperlukan strategi jangka panjang untuk optimalisasi potensi lokal dan digitalisasi pemungutan pajak daerah menjadi solusi.

Kemudian efektivitas belanja Daerah, dimana Belanja modal hanya 9,2% dari total anggaran. Realisasi belanja tidak terduga masih 41,69% serta Rekomendasi rebalancing anggaran untuk proyek strategis.

Sedangkan transparansi dan akuntabilitas, SILPA Rp. 93,48 Miliar perlu dialokasikan optimal. Pentingnya publikasi laporan keuangan melalui platform digital dan Pelibatan masyarakat dalam pengawasan anggaran.

Sandi menekankan, “Proporsi belanja operasi 76,4% yang terlalu dominan berpotensi mengurangi dampak pembangunan jangka panjang. Kami mendorong alokasi lebih besar untuk infrastruktur dasar, jangan karena alasan efisiensi, pemerintah mengabaikan program prioritas yang telah ditetapkan dalam RPJMD”

Fraksi Gelora merekomendasikan empat langkah strategis: Pertama, Penyusunan anggaran berbasis kinerja, Kedua, pengembangan sektor unggulan lokal, ketiga, pemantauan ketat proyek strategis dan keempat transparansi melalui publikasi digital.

Adapun penjelasan implementasi dari empat rekomendasi Fraksi Gelora

Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja: Mengalokasikan anggaran berdasarkan target dan capaian yang terukur, bukan hanya kebutuhan administratif.

Dimana implementasi dengan menetapkan indikator kinerja (output/outcome) untuk setiap program. Evaluasi anggaran secara berkala berdasarkan pencapaian indikator. Mengoptimalkan belanja daerah dengan prinsip efisiensi dan efektivitas.

Hal ini dapat mencegah pemborosan dan memastikan anggaran benar-benar berdampak pada masyarakat.

Pengembangan Sektor Unggulan Lokal dengan Mengidentifikasi dan memprioritaskan sektor potensial di Sumbawa (pertanian, pariwisata, kelautan, atau UMKM) sebagai penggerak ekonomi.

Pemantauan Ketat Proyek Strategis : Pengawasan intensif terhadap proyek-proyek fisik/non-fisik yang berdampak besar (infrastruktur, program sosial). Membentuk tim pengawas independen (termasuk masyarakat sipil).

Transparansi melalui Publikasi Digital dilakukan dengan membuka akses informasi keuangan dan kebijakan daerah secara digital untuk akuntabilitas. Membuat portal khusus yang menampilkan APBD, laporan keuangan, dan progress proyek. Update data secara real-time dan format yang mudah diakses (dashboard interaktif). Melibatkan masyarakat dalam pengaduan/feedback online.

“mencegah korupsi, meningkatkan partisipasi publik, dan membangun kepercayaan terhadap pemerintah daerah,”

Menutup penyampaian, Fraksi Gelora mendukung pengesahan Raperda ini dengan harapan rekomendasi dapat diintegrasikan dalam kebijakan ke depan.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.