Sumbawa Besar, Nuansantb.id– Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat peran kader PKK dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan “Gerakan Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Moyo Hilir pada Senin (21/07/2025), sebagai bagian dari rangkaian program di empat kecamatan.
Ketua TP PKK Apresiasi Peran Pokja IV
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., mengapresiasi Pokja IV yang telah berhasil melaksanakan sosialisasi di empat kecamatan, termasuk Moyo Hilir.
“Kami berterima kasih kepada TP PKK Kecamatan yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Harapan kami, para kader dapat menyerap ilmu hari ini dan menyebarluaskannya ke keluarga serta masyarakat,” ujar Ida Fitria.
Ia menekankan bahwa gerakan ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan, kelestarian lingkungan, dan perencanaan keluarga tangguh bencana.
Ketua TP PKK Kecamatan Moyo Hilir, Ibu Aminah Widodo, menyambut baik dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi sosialisasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada TP PKK Kabupaten yang telah memberikan kesempatan bagi kader kami untuk meningkatkan kapasitas dalam penanganan bencana dan hidup sehat,” kata Aminah.
Materi Utama: Kesiapsiagaan Bencana dan PHBS
Pemateri pertama, Syarifah, S.Sos., M.Si, mengajak kader PKK untuk aktif dalam mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
“Kita harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan konsep “Ransel Doraemon”, yaitu tas darurat berisi kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan bayi yang harus selalu siap digunakan saat bencana.
Sementara itu, Hj. Nur Atika, S.ST., M.M., menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“PHBS harus menjadi budaya keluarga, mulai dari cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, hingga pencegahan stunting dan perhatian pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” jelasnya.
Manajemen Keuangan Keluarga Jadi Fokus
Saridewi, S.Pd, turut memberikan motivasi kepada para ibu untuk menjadi “manager keuangan keluarga yang bijak”.
“Utamakan kebutuhan gizi anak dan pendidikan daripada gaya hidup konsumtif. Perencanaan keuangan yang baik akan membuat keluarga lebih sejahtera,” pesannya.
Suasana Santai Penuh Semangat, kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Peserta terlihat antusias, terutama saat simulasi penyusunan “Ransel Doraemon”.
Diharapkan, setelah sosialisasi ini, kader PKK dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keluarga mandiri, sehat, dan tangguh menghadapi bencana.
Editor/Pemred: Sahril Imran






