Mangan Barema Desa Tatede, Kapolres Sumbawa : Warisan Tak Ternilai dan Pondasi Kebersamaan

oleh -1028 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, Nuansantb.id- Desa Tatede, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, kembali menggelar tradisi Mangan Barema (Makan Bersama) pada Kamis, 24 Juli 2025.

Bertempat di Panggung Serbaguna dan Masjid Al-Ikhlas Dusun Tatede Luar, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi identitas Desa Tatede.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Kav. Basofi Cahyowibowo, S.T., serta perwakilan dari DPRD Kabupaten Sumbawa dan berbagai jajaran SKPD. Sekitar 400 tamu undangan dan masyarakat Desa Tatede turut memeriahkan suasana.

Kegiatan diawali dengan Pawai Junjung Pasaji, di mana para tamu kehormatan dan masyarakat mengarak makanan yang akan disajikan, menunjukkan semangat kebersamaan. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian daerah dan Bakelong oleh siswa-siswi SDN Tatede, menambah nuansa budaya yang kental.

Kepala Desa Tatede, Bapak Subadri, A.Ma, dalam sambutannya menekankan bahwa Mangan Barema adalah wujud nilai-nilai kebudayaan, kebersamaan, gotong royong, dan berbagi. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah bentuk syukur masyarakat Desa Tatede yang mayoritas petani, atas keberlimpahan hasil pertanian. Kades juga berharap tradisi ini semakin dikenal luas sebagai ciri khas Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhin, S.H.,S.I.K, menyatakan bahwa, ini adalah warisan tak benda yang tak ternilai harganya, yang harus dijaga dan wariskan kepada generasi mendatang, silaturahmi adalah jiwa dari tradisi ini, pondasi kebersamaan untuk membangun harmoni sosial.

“Ini Warisan tak ternilai dan menjadi pondasi kebersamaan yang harus dijaga untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut baik kegiatan ini dan mengakui dampak positifnya, seraya berpesan agar desa-desa lain di Sumbawa dapat menggali kembali kegiatan kebudayaan yang dulunya sempat pudar.

Bupati Jarot juga memberikan arahan kepada dinas terkait agar Mangan Barema dapat dimasukkan dalam agenda kegiatan tahunan Kabupaten Sumbawa.

Acara ditutup dengan kegiatan Mangan Barema itu sendiri, dimana seluruh hadirin menikmati hidangan bersama di Masjid Al-Ikhlas.

Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pada pukul 11.40 WITA ini berjalan dengan aman dan lancar berkat pengamanan dari personel Polsek Lape, Koramil Lape, dan Linmas Desa Tatede.

Sebagai informasi, kegiatan Mangan Barema ini telah menjadi adat dan budaya rutin tahunan masyarakat Desa Tatede sejak tahun 2017, ketika Desa Tatede ditetapkan sebagai Desa Budaya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa.

Tahun ini, Mangan Barema mengusung tema “Kewa Mangan Barema Tusakuat Adat Saling Tulung Uman Tusaneja Samawa Unggul Maju dan Sejahtera”.

Tradisi ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menampilkan berbagai kegiatan kebudayaan seperti tarian dan Bakelong, serta menjadi wujud rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah. (MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.