
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memperkuat komitmennya untuk menekan angka kemiskinan melalui “Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan” yang digelar di Aula Bappeda, Kamis (28/08/2025).
Agenda strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dan menghadirkan sejumlah pejabat kunci serta stakeholder terkait, menandai dimulainya langkah terpadu dalam merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa kemiskinan adalah musuh bersama yang mustahil ditaklukkan dengan pendekatan parsial. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang solid antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci kesuksesan.
“Problem kemiskinan adalah masalah multidimensi. Karena itu, penyelesaiannya pun harus holistik. Diperlukan koordinasi yang intensif, integrasi program yang sinergis, dan kolaborasi yang nyata dari semua pihak. Hanya dengan cara ini, program penanggulangan kemiskinan yang kita gulirkan akan benar-benar menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Haji Ansori.
Rapat koordinasi ini pun mengundang pengalaman berharga dari mantan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 yang juga pernah memimpin tim penanggulangan kemiskinan tingkat provinsi, Ir. H. Badrul Munir, MM. Kehadirannya memberikan perspektif strategis dari level kebijakan provinsi hingga implementasi di tingkat kabupaten.
“Langkah pertama yang fundamental adalah kesepahaman bersama. Kita harus satu persepsi mengenai data kemiskinan yang akurat, program intervensi seperti apa yang paling efektif, dan target yang realistis untuk dicapai. Rapat ini adalah fondasi untuk membangun komitmen itu,” ujar Badrul Munir, menyoroti pentingnya data sebagai basis kebijakan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, menyampaikan bahwa forum ini dirancang untuk menyelaraskan gerak semua pihak. Menurutnya, tanpa koordinasi, program dari satu OPD justru bisa tumpang tindih dengan OPD lainnya.
“Tujuannya jelas, yaitu memperkuat komitmen bersama dan menyamakan persepsi. Kita memiliki banyak program, tetapi efektivitasnya akan maksimal jika dilakukan secara terpadu, terukur, dan tepat sasaran. Sinergi antarsektor inilah yang akan menjadi kekuatan utama kita,” papar Dedi Heriwibowo.
Dinas Sosial sebagai ujung tombak penyaluran bantuan sosial juga menyoroti perlunya optimalisasi program. Bantuan sosial tidak hanya sekadar disalurkan, tetapi harus dipastikan tepat sasaran dan mampu menjadi jaring pengaman sekaligus pemacu untuk naik kelas.
Melalui forum ini, Pemkab Sumbawa berharap dapat memetakan semua program, mengidentifikasi celah-celah yang selama ini menghambat, dan merancang sebuah skema kolaborasi yang konkret.
Dengan semangat gotong royong yang dikomandoi langsung oleh pimpinan daerah, target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat tercapai sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar