Kadis Pertanian: Program Strategis Nasional Upland Ditargetkan Tuntas 2026 di Sumbawa

2 menit membaca
Sahril

SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menargetkan penyelesaian penuh program strategis nasional The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project (Program Upland) pada Agustus 2026.

Program yang digulirkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat sistem pertanian berkelanjutan di wilayah dataran tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., menegaskan komitmennya. “Program Upland dirancang untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Petani tidak hanya dibekali kemampuan budidaya, tetapi juga diberdayakan agar bisa mengelola hasil panen dan memasarkan produknya secara mandiri,” jelasnya, Senin (12/01/2026).

Sumbawa terpilih sebagai salah satu dari 14 daerah penerima program ini, dengan fokus pada pengembangan lahan dan tata air, adopsi teknologi modern, serta penguatan kelembagaan petani.

Pada fase 2025, program ini telah menyalurkan anggaran senilai Rp15,3 miliar untuk mengelola lahan seluas 127 hektare yang dikelola oleh 20 kelompok tani. Dukungan tersebut direalisasikan dalam bentuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), sumur dangkal, serta penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor roda dua, kultivator, hand sprayer, dan mist blower. Program juga mendistribusikan benih bawang merah berlabel biru, pupuk, dan pestisida organik.

“Masih ada sekitar 28 kelompok tani lagi yang akan melanjutkan kegiatan hingga program berakhir tahun 2026, dengan total dukungan anggaran mencapai lebih dari Rp12 miliar,” ungkap Rusmawati.

Tahap lanjutan akan segera dimulai. “Proses tender pra-DPA akan dimulai Maret 2026, dilanjutkan kontrak pengadaan benih dan alsintan pada April 2026. Target kami, seluruh rangkaian kegiatan tuntas sebelum program berakhir di Agustus 2026,” tambahnya.

Selain dukungan pusat, sektor pertanian Sumbawa juga mendapat penguatan dari APBD Perubahan 2025 melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD senilai Rp6,38 miliar. Anggaran tersebut telah membiayai 53 paket kegiatan yang tuntas pada Desember 2025, mencakup pembangunan lebih dari 30 paket Jalan Usaha Tani (Rp4,09 miliar), jaringan irigasi (Rp950 juta), sumur bor (Rp975 juta), dan cekdam (Rp370 juta).

Kadis Pertanian berharap seluruh investasi ini memberikan dampak berkelanjutan. “Kami berharap sarana, prasarana, dan kelembagaan yang telah terbangun bisa dijaga dan dikembangkan oleh para petani dan kelompok tani. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa,” pungkas Ni Wayan Rusmawati.

Dengan harmonisasi program pusat dan daerah ini, Sumbawa berupaya mengokohkan pondasi pertanian terpadunya, menjadikan sektor agraris sebagai penopang ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez