Bupati Jarot Luncurkan “Bale Mula” Rumah Berdaya bagi Entrepreneur Muda Sumbawa

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 17 Jan 2026

Sumbawa, Nuansantb.id- Lapangan Pahlawan Sumbawa, Sabtu (17/01/2026), menjadi saksi sejarah baru bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif Tana Samawa.

Bertepatan dengan Car Free Night yang semarak dan rangkaian Hari Jadi ke-67 Kabupaten Sumbawa, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori secara resmi meluncurkan “Bale Mula” (Balai Entrepreneur Muda Milenial), program strategis untuk mencetak pengusaha muda tangguh dan berdaya saing.

Acara yang dihadiri pimpinan DPRD, Sekretaris Daeah, Kepala OPD, jajaran perangkat daerah, perbankan, Baznas, dunia industri, serta ribuan masyarakat ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa di usia ke-67, Sumbawa harus berani menetapkan arah pembangunan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan dunia kerja.

“Daerah tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik. Kita harus membangun manusia, jejaring, dan ekosistem. Di titik inilah Bale Mula hadir sebagai ruang persiapan bagi pelaku UMKM, startup, talenta kreatif, hingga pelaku ekonomi digital,” tegas Bupati.

Bale Mula, lanjutnya, bukan program seremonial belaka, melainkan wadah pendampingan komprehensif mulai dari manajemen, legalitas usaha, hingga penyusunan strategi bisnis.

“Fokus kami adalah pada proses yang benar, bukan hasil instan. Kami membangun jalan yang tepat; dari ide mentah menjadi rencana matang, dari usaha rumahan menjadi bisnis tertib, dan dari kerja sendiri menuju kolaborasi yang saling menguatkan,” jelas Haji Jarot.

Program ini merupakan hasil koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Bappeda, perbankan, dan komunitas lokal. Nantinya, Bale Mula akan menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha yang sudah matang dengan pemodal, mitra strategis, marketplace digital, dan peluang investasi.

Peluncuran dikemas dengan nuansa membumi, merayakan semangat muda melalui Lomba Bagesa, Stand Up Comedy, dan seni tradisional Balawas. Momen ikonik terjadi pada Coffee Night, dengan aksi minum 300.000 cangkir Kopi Sumbawa secara bersama-sama yang juga tercatat sebagai rekor.

“Kopi Sumbawa ini adalah simbol. Ia tumbuh dari tanah, dirawat sabar, dan dipanen dengan harap. Persis seperti ekonomi yang ingin kita bangun: berakar lokal, dikelola profesional, dan berdampak luas,” ujar Bupati.

Menutup sambutan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Bale Mula sebagai “rumah bersama” untuk belajar dan bangkit dari kegagalan, sebagai kontribusi nyata menuju Visi Indonesia Emas 2045.

“Mari kita rawat dengan komitmen, bukan sekadar seremoni. Saya ingin anak muda Sumbawa punya pilihan untuk bekerja, berkreasi, dan bertumbuh di tanah sendiri dengan martabat dan daya saing,” pungkasnya sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mitra.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez