Perjuangan Panjang Bupati Sumbawa Gaet Investasi Peternakan Terintegrasi Senilai 1,3 Triliun

3 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa resmi ditetapkan sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional menuju kedaulatan pangan. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan proyek raksasa industri unggas terintegrasi (Integrated Poultry Industry) di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, yang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) secara serentak di enam lokasi di Indonesia pada Jumat (06/02/2026).

Proyek senilai total Rp20 triliun secara nasional ini dijalankan di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Untuk titik di Nusa Tenggara Barat (NTB), investasi yang berhasil digaet mencapai Rp1,3 triliun.

Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP mengonfirmasi dimulainya pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi tersebut. “Enam proyek hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada tanggal 6 Februari, termasuk proyek peternakan ayam di Sumbawa,” ujar Bupati Jarot.

Ia menambahkan bahwa kehadiran industri ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dijelaskan Bupati bahwa pembangunan ini ditujukan untuk mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan.

Dalam proyek ini kata Bupati, ada Keterlibatan BUMN seperti PT Berdikari dan PT Perkebunan Nusantara III yang menjamin kehadiran negara dari hulu ke hilir.

“Melalui BUMN, negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, dari bibit, rantai pasok hingga pemasaran, sehingga harga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan peternak kecil,” jelas Bupati Jarot.

Hasil Perjuangan dan Lobi Intensif

Keberhasilan Sumbawa menjadi salah satu titik lokasi proyek strategis nasional ini merupakan buah dari perjuangan panjang. Salah satu tokoh kunci di baliknya adalah Prof. Sahrul Bosang, Poultry Business Advisor di BUMN PT. Berdikari dan Tim Pakar Perunggasan Nasional Kementerian Pertanian RI, yang juga putra asli Sumbawa.

“Selamat kepada Bapak H. Johan Rosihan (anggota Komisi IV DPR RI), Pak Gubernur NTB, Jenderal Arief Hartono (TNI AU), Bupati Sumbawa, dan seluruh jajaran yang telah berjuang tak kenal lelah sejak Jumat, 11 Juli 2025, hingga akhirnya proyek ini resmi dimulai. Hasilnya nyata, investasi Rp1,3 triliun masuk ke titik NTB di Sumbawa,” ungkap Prof. Sahrul Bosang dengan penuh kebanggaan.

Menurutnya, penetapan lokasi di Serading, Moyo Hilir, adalah hasil dari lobi dan koordinasi intensif yang melibatkan Pemerintah Daerah dan mitra strategis di pusat.

Affirmative Action untuk Peternak Kecil

Lebih dari sekadar angka investasi, Prof. Sahrul menegaskan bahwa proyek BPI Danantara ini adalah bentuk tindakan afirmatif (affirmative action) pemerintah untuk melindungi peternak kecil. “Ini adalah landasan pijakan industri poultry yang kuat. Selama ini peternak rakyat sering ‘remuk’ akibat persaingan efisiensi dengan perusahaan-perusahaan besar. Proyek ini hadir sebagai proteksi bagi mereka,” tambahnya.

Proyek yang dirancang secara terintegrasi—mulai dari pembibitan (Grand Parent Stock), pabrik pakan, budidaya, hingga pengolahan—ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi fluktuasi harga bibit ayam (DOC) dan telur di pasar.

Dampak bagi Sumbawa dan Masa Depan

Bagi masyarakat Sumbawa, kehadiran industri ini membawa angin segar. “Insyaallah, ini menjadi awal yang baik untuk membangun kedaulatan pangan kita dari tanah Sumbawa. Lapangan pekerjaan akan tersedia, ekonomi daerah akan bergerak secara berkelanjutan,” tutup Prof. Sahrul Bosang yang juga merupakan International Technical Consultant dalam bisnis Grand Parent Stock (GPS) Operation.

Selain di Sumbawa (NTB), groundbreaking serentak juga dilaksanakan di lima provinsi strategis lainnya: Lampung, Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Langkah ini menandai babak baru industrialisasi peternakan unggas berbasis kawasan yang berorientasi pada kedaulatan pangan Indonesia.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez