
Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana keakraban menyelimuti Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, pada Selasa (10/02/2026).
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat, seorang politisi senior yang akrab disapa Bunda Ida itu hadir membawa misi konstitusional. Ida Rahayu, S.Ap., anggota DPRD Sumbawa yang telah memasuki periode keempat sebagai wakil rakyat, menggelar kegiatan Reses perdan masa sidang 1 tahun 2026 bersama konstituennya.
Kehadiran politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini disambut antusias oleh warga. Bagi masyarakat Desa Nijang, sosok Ida Rahayu bukanlah nama asing. Ia dinilai sebagai srikandi tangguh yang konsisten hadir dan mendengar langsung denyut nadi rakyat di wilayah Dapilnya tersebut.
Dalam sambutannya, Ida Rahayu menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban undang-undang yang tidak bisa ditawar. Ia menjelaskan bahwa setiap anggota DPRD memiliki tugas fundamental untuk turun langsung ke tengah masyarakat, bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata menyerap aspirasi.
“Reses ini amanah undang-undang. Kami wajib hadir di sini, duduk bersama, mendengar keluhan, harapan, dan ide dari bapak-ibu sekalian. Aspirasi ini yang nanti akan kami perjuangkan dalam rapat-rapat komisi hingga paripurna DPRD, tentu dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” ujar Ida Rahayu di hadapan warga.
Lebih jauh, legislator senior itu menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PAN. Ia menekankan bahwa sebagai kader partai berlambang matahari, dirinya dituntut untuk selalu berada di garda terdepan.
“Pesan Ketua Umum kami, seluruh kader PAN harus menjadi barisan terdepan. Bukan hanya saat pemilu, tetapi setiap saat. Kita harus senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat, mendengar, dan berjuang untuk memastikan hak-hak warga terpenuhi,” beber politisi ramah ini dengan nada penuh semangat.
Dalam reses perdana yang berlangsung hangat tersebut, masyarakat Desa Nijang menyampaikan tiga poin aspirasi utama. Pertama, warga meminta keberlanjutan program penguatan ekonomi UMKM yang selama ini dinilai sangat membantu. Kedua, usulan pengadaan bibit sapi untuk meningkatkan populasi ternak. Ketiga, permintaan pembangunan talud irigasi guna banjir yang melanda Desa Nijang.
Menanggapi hal itu, Bunda Ida Rahayu memastikan seluruh masukan telah dicatat secara sistematis. Ia berjanji akan membawa dan memperjuangkan aspirasi tersebut dalam pembahasan di Badan Anggaran maupun rapat kerja dengan dinas-dinas teknis terkait.
“In Shaa Allah, kami tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Setiap usulan bapak-ibu di Desa Nijang akan kami suarakan di parlemen. Perjuangan kami di DPRD adalah perpanjangan tangan dari suara rakyat,” jelas Ida Rahayu.
OKegiatan reses perdana ini menjadi pembuka rangkaian turun ke bawah yang akan dilakukan Ida Rahayu di masa reses. Ia berharap komunikasi dua arah yang terbangun hari itu dapat terus terjaga, bukan hanya saat reses, tetapi juga di luar jadwal sidang. Dengan semangat kebersamaan, Ida Rahayu menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah daerah.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar