
Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Barat resmi menandatangani MoU Nota Kesepakatan tentang Penyelenggaraan Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka Kapasitas 3×50 Liter/Detik dan Jaringan Perpipaan SPAM Semongkat.
Penandatanganan berlangsung pada Kamis (02/04/2026) di Mataram ini, diharapkan menjadi solusi konkret dalam memenuhi kebutuhan air minum di Kota Sumbawa serta kawasan sekitarnya.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten Administrasi Umum Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, serta anggota Tim Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Darurat (TKKSD) Kabupaten Sumbawa, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis mengatasi kelangkaan air bersih yang kerap dikeluhkan masyarakat, terutama saat musim kemarau.
“Optimalisasi IPA Pungka dengan kapasitas 3×50 liter per detik ini bukan sekadar angka. Ini adalah harapan baru bagi ribuan warga Kota Sumbawa yang selama ini kesulitan mengakses air minum layak. Begitu pula dengan jaringan perpipaan SPAM Semongkat, yang akan mendistribusikan air secara lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Bupati Jarot, Sabtu (04/04/2026).
Menurut Bupati, proyek ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sistem penyediaan air minum eksisting yang selama ini belum optimal. Dengan tambahan kapasitas pengolahan dan perbaikan jaringan perpipaan, debit air yang sampai ke rumah-rumah warga diharapkan stabil dan memenuhi standar kesehatan.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata. Yang lebih penting adalah bagaimana air itu benar-benar mengalir ke keran-keran rumah warga, ke masjid, ke sekolah, dan ke puskesmas. Inilah wujud kehadiran negara yang sesungguhnya,” tegasnya.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan NTB yang turut hadir menjelaskan bahwa dukungan teknis dan pendanaan akan disinergikan antara pemerintah pusat dan daerah. IPA Pungka Kap direncanakan menggunakan teknologi pengolahan modern agar kualitas air memenuhi baku mutu, sementara jaringan SPAM Semongkat akan menjangkau wilayah pelayanan prioritas seperti Kelurahan Brang Bara, Seketeng, dan Samapuin.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci sukses program ini. “Bappeda akan mengawal perencanaan, Dinas PUPR mengawasi teknis lapangan, dan TKKSD memastikan kesiapsiagaan jika ada kendala operasional. Semua bergerak bersama,” ujarnya.
Dengan target rampung dalam 18 bulan ke depan, optimalisasi ini diproyeksikan melayani lebih dari 15.000 kepala keluarga.
Bupati Syarafuddin menutup pernyataannya dengan pesan agar semua pihak mengawal pelaksanaan nota kesepakatan ini secara transparan dan akuntabel. “Kami titip pesan: jaga infrastruktur ini seperti menjaga keluarga sendiri. Karena air adalah kehidupan, dan hak atas air adalah hak dasar warga Sumbawa,” pungkasnya.
Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi babak baru dalam upaya pemenuhan air minum di Bumi Samawa, sekaligus bukti nyata kolaborasi antara Balai Vertikal Kementerian PUPR dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa demi kesejahteraan rakyat.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar