
Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menggerakkan aksi nyata percepatan penurunan stunting dengan pendekatan konvergensi yang langsung menyentuh warga di lokus prioritas. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara langsung memimpin kegiatan tersebut di Kelurahan Brang Biji, Senin (04/05/2026).
Kehadiran orang nomor dua di lingkup Pemkab Sumbawa ini bukan sekadar simbolis. Dalam sambutannya di hadapan puluhan warga dan para pemangku kepentingan, Wabup Ansori menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak bisa setengah-setengah.
“Penanganan stunting ini harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkelanjutan. Jangan hanya hari ini. Jika perlu, intervensi dilakukan hingga beberapa bulan ke depan agar hasilnya benar-benar terlihat,” tegas Wabup Ansori di hadapan para Asisten, Sekda, Kepala BAZNAS, pimpinan OPD, serta Ketua TP PKK dan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa yang turut hadir.
Wakil Bupati yang akrab disapa Haji Ansori itu juga mengkritisi anggapan bahwa stunting hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan. Menurutnya, masalah ini adalah pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan gotong royong seluruh stakeholder.
“Penanganan stunting tidak dapat dibebankan pada satu perangkat daerah saja. Kita semua, mulai dari pemerintah, TP PKK, GOW, hingga masyarakat, harus bergerak bersama. Kolaborasi dan data yang terbarui adalah kunci agar intervensi kita tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Haji Ansori menyoroti faktor lingkungan sebagai salah satu pemicu utama stunting yang kerap terlupakan. Ia mengajak warga Brang Biji untuk lebih disiplin menjaga kebersihan, karena sanitasi buruk berkorelasi langsung dengan gangguan tumbuh kembang anak.
Aksi konvergensi ini pun tidak berhenti pada ceramah. Sebagai bukti komitmen nyata, Ansori memimpin peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat dan aman—sebuah langkah konkret peningkatan sanitasi lingkungan. Selain itu, lima keluarga berisiko stunting langsung menerima bantuan pemberian makanan tambahan yang diserahkan oleh Ketua TP PKK dan Ketua GOW.
Momen paling menyentuh adalah ketika Wabup Ansori secara simbolis menyerahkan bantuan Program Perbaikan Rumah Layak Huni (Rutilahu) Tahun Anggaran 2026 kepada Herianto, salah seorang warga penerima, senilai Rp15 juta.
“Pembangunan jamban dan perbaikan rumah ini adalah bentuk intervensi sisi lingkungan. Karena anak yang sehat lahir dari lingkungan yang bersih dan keluarga yang sejahtera,” pungkas Wabup Ansori.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis, melalui aksi konvergensi yang masif dan berkelanjutan ini, angka stunting akan terus terkendali. Targetnya jelas: mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera dari generasi yang sehat dan berkualitas.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar