Disorot Nasional hingga Internasional, Bupati Sumbawa Back Up Penuh Satgas Hutan

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 14 Mei 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Komitmen keras Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyelamatkan hutan dari pembalakan liar (illegal logging) kian mendapat sorotan nasional bahkan internasional. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan sebagai ujung tombak pemberantasan kejahatan lingkungan di Tana Samawa.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Jarot saat memimpin Rapat Koordinasi Strategis Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan Sumbawa di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (13/05/2026). Rakor yang digelar Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa itu turut dihadiri Kapolres Sumbawa, Sekda, Forkopimda, para camat, serta jajaran KPH dan anggota satgas.

“Pembentukan satgas sejak 2025 ini langkah strategis. Banyak investor dan lembaga internasional yang ingin bekerja sama karena mereka melihat keseriusan kita menjalankan program Sumbawa Hijau Lestari. Bahkan ada yang ingin memberi penghargaan,” ujar Bupati Jarot di hadapan peserta rakor.

Menurutnya, setiap anggota satgas saat ini tengah mencatatkan sejarah baru dalam perlindungan lingkungan di Sumbawa. Gerakan kolektif lintas sektor ini, kata dia, bukan sekadar program biasa, melainkan aksi nyata yang mulai dicontoh daerah lain.

“Teman-teman yang masuk satgas ini akan menjadi sejarah. Apa yang kita lakukan mulai diapresiasi, bahkan mendapat perhatian tingkat internasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jarot juga membuka tabir praktik illegal logging yang selama bertahun-tahun merusak hutan Sumbawa. Ia menyoroti modus penyalahgunaan izin penebangan yang merugikan kelestarian alam.

“Izinnya cuma 2,5 hektar, tapi kayunya tidak habis-habis. Karena praktiknya menebang di tempat lain. Ini yang kita tertibkan bersama,” ujarnya dengan nada tegas.

Dengan melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, KPH, hingga aktivis lingkungan, Bupati Jarot meyakini pengawasan kini jauh lebih kuat. Ia mengapresiasi kerja lapangan satgas yang berhasil menggagalkan aksi illegal logging di Batulanteh dan sejumlah wilayah lain.

“Sekarang bukan KPH berjalan sendiri. Semua unsur masuk satgas. Kekuatan kita jauh lebih besar. Saya tegaskan, Bupati Sumbawa siap mem-backup penuh satgas untuk menjaga kelestarian hutan Sumbawa,” tandasnya.

Data Lahan Kritis dan Langkah Konkret

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, ST., MM, memaparkan data lahan kritis di daerah seluas 665 ribu hektar itu. Tercatat, lahan sangat kritis mencapai 45.054 hektar (6,77%), lahan kritis 113.564 hektar (17,06%), dan lahan potensial kritis 148.947 hektar (22,38%).

Sebagai upaya pemulihan, program Sumbawa Hijau Lestari telah menjalankan 11 putaran penanaman melalui Safari Sumbawa Menanam, Gerakan 1 Siswa 1 Pohon, dan penanaman di kawasan konservasi. Total lebih dari 35 ribu pohon telah ditanam, dengan distribusi bibit mencapai 264.645 batang di 24 kecamatan. Sayangnya, tingkat keberhasilan hidup tanaman baru sekitar 42% akibat penggunaan herbisida di lahan jagung, minim perawatan, serangan hama, konflik ternak, hingga tanah berbatu.

Rakor itu pun menghasilkan sejumlah penguatan: patroli terpadu TNI-Polri dan KPH, monitoring real-time kawasan hutan, penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging, serta pelibatan masyarakat sebagai mitra perlindungan hutan. Pemerintah daerah juga menerbitkan Surat Edaran Bupati tentang larangan penanaman jagung di kawasan hutan dan larangan penggunaan alat berat tanpa izin. Pelanggar diancam pidana 15 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.

Konsep ‘ATM Sengon’ untuk Ekonomi Masyarakat

Di akhir rakor, Bupati Jarot mensimulasikan konsep “ATM Sengon”—penanaman pohon sengon sebagai investasi jangka panjang yang sekaligus merehabilitasi hutan dan memberi manfaat ekonomi.

“Menanam pohon bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga masa depan ekonomi masyarakat. Sengon ini bisa menjadi tabungan hidup masyarakat kita. Ketersediaan bibit sangat cukup, baik dari DLH maupun bantuan pusat, termasuk bibit kopi arabika dan robusta,” pungkasnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez