
Sumbawa, Nuansantb.id— Kabupaten Sumbawa semakin mantap melangkah menuju pembangunan berkelanjutan. Investasi hijau dari IHACHI Co.Ltd., perusahaan asal Jepang, resmi menyambangi Bumi Samawa. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis yang menempatkan Sumbawa sebagai pusat ekonomi karbon di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menerima langsung perwakilan IHACHI, Mrs. Ono dan Mr. Fujioka, di Aula H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan resmi Koperasi Konsumen Mutiara Amanah Syariah yang berafiliasi dengan Bank NTB Syariah.
Investasi Nyata untuk Lingkungan dan Masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, IHACHI memaparkan komitmennya membangun kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rencana investasi yang ditawarkan mencakup empat program utama: penanaman mangrove, penghijauan lahan kritis dengan tanaman kaliandra, pembangunan industri wood pellet, serta bantuan teknologi desalinasi untuk pemurnian air laut.
Dukungan jaringan internasional seperti Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kedutaan Besar Jepang turut memperkuat proyek ambisius ini. Langkah IHACHI juga sejalan dengan upaya penguatan 8.000 hektare kawasan mangrove yang menjadi salah satu aset terbesar Sumbawa.
“Sumbawa Hijau Lestari” Menyambut Era Baru
Bupati Jarot menyambut antusias rencana investasi ini. Menurutnya, program IHACHI sangat sejalan dengan visi besar “Sumbawa Hijau Lestari” yang saat ini tengah digencarkan Pemkab Sumbawa. Program ini bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi pembangunan daerah yang menyatukan aspek ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Penghijauan lahan kritis menjadi salah satu fokus utama kami. Selain menjaga lingkungan, kami juga mendorong penanaman pohon bernilai ekonomi seperti sengon, kemiri, kopi, alpukat, nangka, dan manggis,” ujar Bupati Jarot, Selasa (30/06/2026).
Dikatakan Bupati, Saat ini, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan satu juta bibit pohon untuk mendukung gerakan penghijauan besar-besaran di berbagai kawasan prioritas.
Potensi Besar Menuju Pusat Ekonomi Karbon NTB
Bupati Jarot menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki posisi strategis dalam mendukung ekonomi hijau nasional. Hampir 43 persen kawasan hutan di Provinsi NTB terkonsentrasi di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya wilayah dengan potensi luar biasa untuk pengembangan perdagangan karbon.
“Kami memiliki modal besar. Kawasan mangrove seluas 8.000 hektare dan hamparan hutan yang luas merupakan aset berharga untuk mendukung perdagangan karbon sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
Menurut Bupati, tanaman kaliandra yang ditawarkan IHACHI sangat cocok dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, ia juga membuka opsi tanaman alternatif seperti gamal dan bidara yang telah lama dikenal masyarakat lokal.
Harapan untuk Aksi Nyata
Di akhir pertemuan, Bupati Jarot berharap inisiasi kerja sama ini tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi segera diimplementasikan menjadi program konkret. “Kami berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan dalam aksi nyata yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” tutupnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, investor internasional, dan dukungan masyarakat, Sumbawa optimistis melangkah menuju masa depan yang hijau, lestari, dan sejahtera.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar