
Sumbawa, Nuansantb.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Labuhan Badas terus mengoptimalkan pendekatan preemtif dan religius kepada masyarakat. Kapolsek Labuhan Badas Iptu Eko Riyono, S.H., M.Si., bertindak sebagai khatib menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta imbauan moral kepada jamaah ibadah Sholat Jumat, Jumat (07/08/2026) siang.
Kegiatan keagamaan yang sarat akan pesan edukatif ini dilaksanakan di Masjid Nurul Ikhlas Saliper Ate, Kabupaten Sumbawa dengan dihadiri oleh ratusan jamaah. Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Labuhan Badas, IPTU Eko Riyono, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa pendekatan melalui mimbar Jumat merupakan strategi preemtif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya narkoba.
Dalam khutbah Jumat yang disampaikannya, Kapolsek Eko mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman, memperbaiki diri, serta meninggalkan hal-hal buruk yang pernah dilakukan di masa lampau. Ia menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar barang haram, melainkan “senjata pemusnah generasi secara sistematis”. Berdasarkan data BNN 2024, sebanyak 55 persen penyalahgunaan narkoba terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun—usia emas produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung umat dan bangsa.
“Fokus utama yang disampaikan dalam khutbah ini adalah pentingnya memberikan perlindungan kepada generasi muda dari ancaman penyalahgunaan barang haram serta menyampaikan arahan dan pengetahuan kepada para orang tua untuk aktif membentengi anak-anak mereka dari bahaya laten narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa,” ujar Iptu Eko Riyono dalam khotbahnya.
Selain mengingatkan bahaya narkoba, Kapolsek juga mengajak para orang tua untuk mengarahkan anak-anak dan pemuda agar memperbanyak kegiatan positif di lingkungan masyarakat maupun keagamaan, seperti rutin mengikuti kegiatan mengaji di masjid atau surau. Pembinaan karakter berbasis keagamaan dinilai sangat ampuh untuk mencegah para remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan tindakan melanggar hukum.
Kapolsek Eko mengidentifikasi tiga anomali yang membuat anak muda tidak takut pada narkoba. Pertama, anomali kognitif: anak tahu narkoba haram, tetapi tidak tahu bahwa narkoba merusak sistem dopamin otak secara permanen. Kedua, anomali afektif: anak merasa sekali coba tidak apa-apa karena belum memahami bahayanya. Ketiga, anomali struktural: keluarga dan masyarakat hanya jago melarang, tetapi gagal menyediakan alternatif aktivitas positif.
“Mari kita berikan arahan, pemahaman, dan pengetahuan yang baik kepada anak-anak kita tentang betapa bahayanya narkoba bagi masa depan mereka. Jauhkan keluarga kita dari penyalahgunaan narkoba. Jauh lebih baik jika kita memperbanyak amalan-amalan saleh dan bersedekah, karena tidak ada kata terlambat untuk berbuat sebuah kebaikan,” pesan Kapolsek dalam khotbahnya.
Menjelang akhir khutbah, Kapolsek Labuhan Badas mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, serta senantiasa memelihara sikap saling menghormati dan saling menghargai antarwarga.
Khutbah yang menggabungkan dakwah spiritual dengan kesadaran sosial ini disambut dengan khidmat oleh jamaah. Seluruh rangkaian kegiatan ibadah Sholat Jumat dan penyampaian khutbah di Masjid Nurul Ikhlas Saliper Ate tersebut berjalan dengan khidmat, tertib, aman, serta lancar.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar