
Sumbawa, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi membuka Festival Rakyat Balap Ojek Gabah (Jaba) di Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (10/10/2026).
Acara yang diinisiasi pemuda Paroso itu berlangsung meriah. Tampak hadir anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, camat, kepala desa, serta ratusan pencinta ojek gabah. Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk menyaksikan aksi para pengemudi menembus lumpur sawah.
Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot mengapresiasi konsistensi panitia. Menurutnya, Festival Jaba kini terus berkembang dan mulai dikenal di kecamatan lain. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan cermin tradisi pertanian Sumbawa yang terus beradaptasi. Dari karapan kerbau hingga ojek gabah, masyarakat Sumbawa dikenal memiliki hubungan kuat dengan alam dan hasil bumi.
Bupati mengaitkan kegiatan ini dengan sejarah pertanian. “Dulu kerbau menjadi tulang punggung pertanian, tetapi sekarang sudah digantikan traktor atau kerbau Jepang. Kini, mengangkut padi menggunakan ojek gabah juga luar biasa, baik di lumpur maupun di pematang,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, ojek gabah merupakan solusi yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi petani. Jika sebelumnya mengangkut hasil panen dari sawah membutuhkan tenaga dan waktu besar, kini ojek gabah mampu menembus medan berat. Kendaraan roda dua yang dimodifikasi itu menjadi andalan di area berlumpur dan pematang sempit. Karena itu, Festival Jaba tidak hanya menjadi ajang balapan, tetapi juga menguji ketangkasan pengemudi dalam bermanuver sambil membawa beban gabah.
“Ojek gabah ini luar biasa. Baik di lumpur maupun di pematang, ia menjadi bagian dari kehidupan petani,” kata Bupati menegaskan. Ia berharap festival ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Menurutnya, jika kegiatan serupa tumbuh di kecamatan lain, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat menyiapkan event tingkat kabupaten.
Bupati menyebut beberapa wilayah yang berpotensi mengembangkan festival serupa, seperti Plampang, Labangka, dan Maronge. “Insya Allah, tahun depan kita buat lebih besar lagi. Selamat kepada seluruh panitia,” ungkapnya. Harapan itu disambut optimistis oleh panitia dan peserta. Mereka menilai dukungan pemerintah menjadi energi baru untuk menjaga tradisi sekaligus mempromosikan Desa Songkar.
Setelah sambutan, Bupati secara resmi membuka Festival Rakyat Balap Ojek Gabah. Pembukaan ditandai dengan pelepasan para peserta balap ojek gabah. Satu per satu pengemudi melaju memasuki lintasan berlumpur. Sorak penonton bergemuruh ketika para peserta saling mengejar, sesekali tergelincir, tetapi tetap berusaha menjaga keseimbangan dan kecepatan. Adu nyali itu menjadi tontonan menarik bagi warga.
Festival Jaba di Songkar membuktikan bahwa tradisi pertanian bisa dikemas menjadi atraksi rakyat yang menghibur. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat identitas lokal, mengangkat potensi desa, dan mendorong kebanggaan petani. Dengan konsistensi pemuda Paroso serta dukungan pemerintah daerah, bukan tidak mungkin Festival Jaba menjadi ikon baru Sumbawa, melengkapi karapan kerbau yang telah lebih dulu mendunia.
Bupati pun berpesan agar semangat festival tidak berhenti di lintasan. Ia mengajak semua pihak menjaga tradisi, mendukung petani, dan terus berinovasi. “Selamat kepada seluruh panitia. Jadikan festival ini sebagai momentum memperkuat pertanian dan kebersamaan,” tutupnya. (Ch)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar