
Sumbawa, Nuansantb.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMindag) bergerak cepat mengawal penanganan kelangkaan semen yang dikeluhkan masyarakat dan pelaku jasa konstruksi.
Langkah itu dilakukan dengan memantau langsung kondisi di lapangan serta menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar pasokan semen kembali normal dalam waktu dekat.
Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa E.S. Adi Nusantara, S.Sos., MT, mengatakan pihaknya telah mengecek sejumlah produsen dan distributor di wilayah Sumbawa usai menerima pengaduan masyarakat. Menurut dia, stok semen di produsen yang ada memang kosong.
“Memang benar saat ini sedang terjadi kelangkaan semen di Kabupaten Sumbawa. Saya juga dihubungi beberapa pihak terkait persoalan ini. Setelah kami mengecek produsen-produsen yang ada, stoknya memang benar-benar kosong,” ujar Adi Nusantara saat ditemui awak media, Selasa (27/10/2026).
Dari hasil identifikasi, keterlambatan pasokan dipicu oleh kombinasi masalah produksi di tingkat pusat serta dinamika rantai pasok energi. Berdasarkan koordinasi KUKMindag Sumbawa dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi NTB, kendala utama berasal dari terganggunya produksi serta keterlambatan pasokan batu bara dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hambatan distribusi BBM membuat armada truk pengangkut semen harus mengantre panjang sehingga pengiriman ke Kabupaten Sumbawa meleset dari jadwal.
“Antrean pengisian BBM yang cukup lama menjadi salah satu kendala. Truk-truk yang seharusnya masuk sesuai jadwal akhirnya terhambat. Apalagi, pasokan BBM di Provinsi Bali juga sedang mengalami kelangkaan,” jelas Adi Nusantara.
Pemda Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kondisi tersebut agar aktivitas pembangunan dan sektor konstruksi masyarakat tidak lumpuh berkepanjangan. Dari komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi, proses produksi semen di tingkat pabrik dilaporkan mulai berjalan kembali.
“Kami sudah mendapat informasi dari Diskoperindag NTB bahwa produksi semen mulai berjalan kembali. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semen sudah bisa masuk lagi ke Kabupaten Sumbawa. Perkembangan selanjutnya akan terus kami informasikan kepada publik,” pungkasnya.
Pemda Sumbawa akan terus memantau hingga armada pengangkut semen benar-benar tiba dan didistribusikan secara merata ke pasar lokal. Langkah responsif tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat dan sektor pembangunan sehingga roda perekonomian daerah kembali berjalan lancar. (SI)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar