
Sumbawa, Nuansantb.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Rapat Koordinasi 3W, Selasa (27/10/2026). Forum rutin setiap Selasa pagi itu menjadi ajang evaluasi kinerja perangkat daerah sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai target.
Rapat dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., di Ruang Rapat Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan berlangsung hybrid, diikuti para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, seluruh kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Sumbawa melalui Zoom.
Forum ini juga menjadi sarana konsolidasi pemerintah kabupaten dengan perangkat daerah dan kecamatan agar kebijakan pusat, provinsi, dan daerah berjalan searah.
Dalam arahannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang diwakili Sekda Budi menekankan pentingnya pengawalan Program Strategis Nasional agar pelaksanaannya optimal dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah mengambil langkah nyata memberantas pembalakan liar (illegal logging) serta melindungi kawasan hutan lindung dari aktivitas yang merusak lingkungan.
Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus selaras dengan agenda nasional dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Menurut Sekda Budi Prasetiyo, Rakor 3W bukan sekadar pertemuan administratif. Forum ini merupakan instrumen penting untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, menyamakan persepsi, dan memastikan setiap perangkat daerah bertanggung jawab terhadap capaian kinerjanya.
“Rakor ini menjadi momentum penguatan sinergi agar pelaksanaan program, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Sumbawa,” ujar Doktor Budi.
Ia menilai forum tersebut strategis karena persoalan lapangan dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi secara cepat.
Sekda Budi juga mendorong seluruh perangkat daerah meningkatkan disiplin pelaporan dan evaluasi. Menurutnya, setiap program yang telah direncanakan harus memiliki indikator capaian yang jelas, mekanisme pengawasan yang kuat, dan orientasi pada kepuasan masyarakat. Dengan begitu, rakor tidak berhenti pada paparan progres, tetapi menghasilkan keputusan dan tindak lanjut konkret.
Evaluasi kinerja harus menjadi dasar perbaikan, bukan sekadar formalitas. Ia meminta persoalan yang muncul segera diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama agar tidak menghambat pelaksanaan agenda pembangunan.
Dalam forum itu, setiap perangkat daerah mendapat kesempatan memaparkan progres kinerja, kendala, serta rencana tindak lanjut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.
Koordinasi yang rutin dinilai penting karena pembangunan daerah melibatkan banyak instansi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pelaporan.
Setiap OPD kata Sekda, diminta menyampaikan data capaian yang akurat sebagai bahan pengambilan keputusan. Sinergi yang kuat diharapkan meminimalkan tumpang tindih program dan mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
Sekda menegaskan, pengawalan Program Strategis Nasional membutuhkan kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Dukungan pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Ia juga mengingatkan pentingnya pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari tanggung jawab aparatur.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari serapan anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Sekda berharap seluruh jajaran menjaga komitmen dan konsistensi dalam menjalankan tugas.
Melalui Rakor 3W, Pemkab Sumbawa berkomitmen menjaga ritme koordinasi, evaluasi, dan pengawasan secara berkelanjutan. Bupati meminta pengawalan Program Strategis Nasional berjalan optimal dan mendorong penguatan sinergi serta tanggung jawab seluruh perangkat daerah. Dengan koordinasi yang solid, pelaksanaan program, pengawasan, dan pelayanan publik diharapkan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Sumbawa. Rakor 3W diharapkan terus menjadi ruang komunikasi yang produktif. (SI)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar