Dekranasda Sumbawa Konsultasi ke BRIDA NTB, Pewarna Alam dan Kulit Jagung Jadi Produk Bernilai Jual

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 24 Okt 2026

MATARAM, Nuansantb.id – Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, melakukan kunjungan kerja sekaligus konsultasi ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (23/10/2026).

Kunjungan itu membahas pengembangan pewarnaan alam untuk kain tenun khas Sumbawa serta pemanfaatan kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis, seperti tas dan aneka produk kreatif lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ida Fitria menegaskan bahwa penggunaan pewarna alam bukan sekadar pilihan teknis, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan daya saing kain tenun Sumbawa di pasar yang lebih luas. Menurutnya, pewarna alam memiliki nilai tambah karena lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan tren produk berkelanjutan.

“Pewarna alam ini penting untuk menjaga kualitas kain tenun khas Sumbawa. Selain ramah lingkungan, juga memperkuat identitas budaya dan daya saing produk perajin kita. Kami berharap BRIDA NTB dapat memberikan masukan dan pendampingan agar pengembangannya tepat, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Ida Fitria.

Tidak hanya soal pewarna alam, Dekranasda Kabupaten Sumbawa juga menyoroti potensi kulit jagung yang selama ini kerap dianggap limbah. Menurut Ida Fitria, melalui sentuhan inovasi dan teknologi tepat guna, kulit jagung dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai jual. Langkah itu dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan perajin, sekaligus mendorong pengurangan limbah.

“Kulit jagung yang selama ini sering menjadi limbah ternyata memiliki potensi besar. Jika diolah dengan inovasi dan teknologi tepat guna, bahan ini bisa menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis. Ini peluang baru bagi UMKM dan perajin,” katanya.

Melalui konsultasi itu, Dekranasda Kabupaten Sumbawa berharap memperoleh dukungan berupa kajian, riset, dan pendampingan teknis dari BRIDA NTB. Ida Fitria menilai kolaborasi antarkelembagaan diperlukan agar pengembangan pewarnaan alam dan pemanfaatan kulit jagung tidak berhenti pada ide, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh para perajin.

“Kami datang untuk berkonsultasi dan belajar langsung kepada BRIDA NTB. Harapannya, ada pendampingan yang sifatnya aplikatif, sehingga perajin di Sumbawa bisa mengadopsi inovasi ini dengan mudah dan hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Kepala BRIDA NTB menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan lembaganya mendukung pengembangan produk kerajinan melalui kajian, riset, serta inovasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Dukungan itu diharapkan memperkuat kapasitas perajin dan pelaku UMKM dalam menghasilkan produk yang inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa turut didampingi Kepala Bapperida Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si.; Sekretaris Bapperida, Dwi Rahayu, ST., MM; serta jajaran. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kerajinan berbasis bahan lokal dan ramah lingkungan.

Kolaborasi Dekranasda Kabupaten Sumbawa dan BRIDA NTB diharapkan tidak hanya menghasilkan produk kerajinan baru, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha kreatif di daerah. Dengan pendekatan riset dan inovasi, pewarna alam dan kulit jagung dapat menjadi sumber nilai tambah bagi perajin, sekaligus memperkuat posisi produk lokal Sumbawa di pasar yang lebih luas. (Si)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez