
Sumbawa, Nuansantb.id — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa naik dari 72,36 pada 2024 menjadi 73,27 pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian itu bertambah 0,91 poin dan menjadi sinyal positif bagi pembangunan manusia di daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menegaskan kenaikan tersebut merupakan hasil kerja lintas sektor yang harus terus dijaga dan diperkuat.
“Kenaikan IPM Sumbawa menjadi 73,27 ini menunjukkan arah pembangunan manusia semakin membaik. Ini bukan hanya soal angka, tetapi gambaran bahwa layanan kesehatan, akses pendidikan, dan standar hidup layak masyarakat terus mengalami perbaikan,” kata Dedy, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, peningkatan IPM ditopang tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Pada 2025, umur harapan hidup masyarakat Sumbawa tercatat 73,07 tahun, harapan lama sekolah 13,35 tahun, rata-rata lama sekolah 8,88 tahun, serta rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp10,72 juta per tahun. Data itu menjadi bahan evaluasi penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata.
Dedy menjelaskan, capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumbawa. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Sinergi lintas sektor dibutuhkan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga, termasuk di wilayah pedesaan.
“Kami melihat perbaikan ini sebagai bekal, bukan titik akhir. Pekerjaan rumah masih ada, terutama mempercepat peningkatan kualitas SDM agar daya saing daerah semakin kuat. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Meski meningkat, IPM Kabupaten Sumbawa pada 2025 masih berada di bawah IPM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 73,97, naik dari 73,10 pada 2024. Selisih sekitar 0,70 poin menjadi tantangan bagi Sumbawa untuk mempercepat pembangunan manusia. Dedy menyebut, gap tersebut harus dijawab dengan kebijakan yang tepat sasaran, bukan sekadar program seremonial.
“Kami tidak menutup mata bahwa IPM Sumbawa masih di bawah angka provinsi. Karena itu, percepatan harus dilakukan melalui peningkatan mutu kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi keluarga. Semua itu saling terkait dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Menurut Dedy, data IPM menjadi dasar penting dalam mengevaluasi hasil pembangunan dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, katanya, akan terus mendorong pembangunan berkelanjutan dan merata agar kualitas hidup masyarakat meningkat. Ia juga menekankan pentingnya intervensi berbasis data hingga tingkat desa agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Dedy menambahkan, peningkatan IPM juga harus dibarengi dengan penguatan data dan perencanaan yang adaptif. Bapperida, lanjutnya, akan mengawal program prioritas daerah agar intervensi pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi berjalan terintegrasi. Ia menilai keberhasilan pembangunan manusia tidak cukup diukur dari angka agregat, tetapi juga dari pemerataan akses layanan hingga masyarakat rentan, perempuan, anak, dan kelompok berpenghasilan rendah.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat koordinasi dan memastikan program pembangunan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Peningkatan IPM harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi, layanan publik, dan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Dengan capaian 73,27 pada 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat kemajuan pembangunan manusia yang patut diapresiasi. Namun, tantangan mengejar capaian provinsi dan memastikan pemerataan manfaat pembangunan tetap menjadi agenda utama. Melalui penguatan kualitas SDM, sinergi lintas sektor, dan kebijakan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus melangkah menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (Ril)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar