Gas LPG 3 Kg Langka, Pemda Sumbawa Bersurat ke Pertamina

3 menit membaca
Favicon
gera
EKONOMI, Pemerintahan - 06 Jun 2023

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Gas elpiji 3 kilogram langka, Masyarakat Kabupaten Sumbawa mulai menjerit dan meminta Pemerintah Daerah segera bersikap.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Dr. Dedy Heriwibowo S.Si. M.Si,. dalam keterangan kepada media ini, Selasa (06/06/2023) membenarkan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

“Dari hasil pemantauan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan tim kami Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Sumbawa dalam beberapa hari terakhir ini diakui memang terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg di pasaran,” jelas Doktor Dedy.

Pemerintah lanjutnya, telah bersurat secara resmi kepada pihak Pertamina, agar jatah (quota) fakultatif untuk Sumbawa dapat ditambah, mengingat kebutuhan masyarakat akan pasokan gas LPG 3 Kg permintaannya meningkat.

Dijelaskan, memang pada tahun-tahun sebelumnya saat saya masih di bagian ekonomi kelangkaan ini pasti awalnya itu dari tidak mencukupinya Supply LPG 3 kg di pasar, artinya kebutuhan masyarakat jauh di atas supply.

Kalau sudah kondisinya demikian katanya, muncul sudah penyakit-penyakit lain seperti penimbunan, kemudian penjualan oleh pihak-pihak lain yang mengambil keuntungan sesaat, dengan penjualan di atas HET dan itu pasti muncul karena barangnya langka, sebab kalau mencukupi ya pasti tidak ada yang mau ambil keuntungan seperti ini.

“Pengalaman kemarin pada saat barang ini di supply secara memadai di pasar harga itu bahkan ada yang menjual di bawah, yang biasanya HET Rp 16.500 ada yang jual hingga Rp 16.000,” ujarnya.

Sementara, kalau di kota ini yang masuk di ring dua, dimana terkait dengan hal itu memang setelah di cek di agen dan Pertamina memang supply LPG 3 kg ini agak berkurang dalam artian tidak ada penambahan secara fakultatif yang biasa dilakukan oleh pihak Pertamina.

“Penambahan dari quota harian selama hari Senin sampai hari Jum’at sudah ada penyaluran dengan jumlah yang tetap, namun biasanya ditambah pada hari Sabtu dan Minggu, nah itu tidak dilakukan dalam beberapa hari kemarin karena jumlahnya terbatas, sehingga kami bersurat ke Pertamina agar ada tambahan fakultatif atau penambahan quota,” terangnya.

Menurutnya, pada akhir Tahun 2022 sebelumnya quota LPG di Kabupaten Sumbawa itu sangat mencukupi dan ukuran itulah yang kita inginkan, kalau enggak salah angkanya mencapai sekitar 40.000 Kiloliter (KL).

Sedangkan di bulan puasa lalu ketersediaanya justru melebihi dan tidak terjadi kelangkaan, karena itu dibutuhkan adanya penambahan fakultatif kembali, dan hal inilah yang diharapkan sebab kenyataannya memang konsumsi LPG kita ini sudah tinggi, katanya.

Doktor Dedy juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 lalu, masyarakat telah melakukan migrasi besar-besaran dari kebiasaan menggunakan kompor biasa dengan minyak tanah yang kini harganya sudah naik menjadi Rp 22.000 per liter, menuju ke penggunaan kompor gas dengan LPG terbanyak menggunakan tabung LPG 3 Kg.

“Karena itu kami menyambut positif langkah Dewan untuk memanggil dan mengundang sejumlah pihak, untuk membahas dan mencari win-win solution yang tepat dalam mengatasi kelangkaan dan kebutuhan masyarakat akan gas LPG tersebut,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez