Penyucian Diri, Datu Rajamuda Dimandikan 7 Perempuan Pinisepuh Kesultanan Sumbawa

2 menit membaca
Favicon
gera
Headline News - 28 Mei 2024

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Setelah semalam Sultan Muhammad Kaharuddin IV Satenri Manik, paginya sebelum mengemban amanat sebagai Putra Mahkota Kesultanan Sumbawa, Rajamuda Raihan Omar Hasani Priyanto Daeng Mas Madinah harus menjalani prosesi Basiram (ritual adat bersuci/taharah).

Kegiatan pada hari kedua rangkaian Upacara Adat Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa, prosesi adat Basiram yang berlangsung di halaman depan istana Bala Kuning ini diikuti hikmat oleh seluruh peserta yang merupakan keluarga dan kerabat dekat kesultanan Sumbawa yang mengenakan pakaian muslim/muslimah dominan berwarna putih, Selasa (28/05/2024) pagi.

Kegiatan Basiram ini merupakan prosesi menyucikan diri lahir batin Datu Rajamuda yang pertama atau Sateri ai mula atau menuangkan air untuk pertama kalinya dengan menggunakan ai Kadewa yang sudah didiamkan dan diikhtiarkan semalam dilakukan oleh Ketua Dewan Syara’ Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag,. MM.Inov.

Selanjutnya Sateri ai pasiram atau dimandikan oleh 7 (tujuh) orang perempuan pinisepuh Kesultanan Sumbawa yakni saudara terdekat atau sepupu satu kali Yang Mulia Sultan Sumbawa (Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Ketujuh perempuan pinisepuh ini adalah cucu dari Sultan Muhammad Djalaluddin III.

Secara berurutan para perempuan pinisepuh yang mendapat tugas Sateri Ai Pasiram kepada cucu mereka sang Datu Rajamuda Raihan Omar Hasani Daeng Mas Madinah adalah Siti Mutmaennah Daeng Maningratu (Daeng Aning, puteri dari Alm. Datu Ranga Bini Siti Khadijah Daeng Tamemang Datu Balasari). Berikutnya Hj. Lala Siti Fatimah (Putri dari Alm. Lalu Masmaling Muhammad Resad Dea Bawa), Tampawan LK (puteri dari Alm. Lalu Muhammad Kohe), Lala Siti Hafifah Badari Bulan (puteri dari Alm. Lala Maskencana), Hj. Lala Siti Rachmah dan Lala Habira (keduanya puteri dari Alm. Lalu Masmaling Muhammad Resad Dea Bawa), dan Sri Majenah Daeng Nun (puteri dari Alm. Datu Ranga Bini Siti Khadijah Daeng Tamemang Datu Balasari).

Berikutnya Sateri Ai Kasuda atau menuangkan air terakhir sekaligus sebagai penutup prosesi Basiram ini kembali dilakukan oleh Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag. (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez