Sumbawa Targetkan 3oo Hektar Pengembangan Bawang dalam 2 Tahun, Bupati Jarot : Untuk Kesejahteraan Petani

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 05 Mei 2025

“Pelatihan Intensif Diberikan untuk 300 Hektar Lahan dalam 2 Tahun”

Sumbawa Besar, Nuansantb.id- 5 Mei 2025* – Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi meluncurkan program budidaya bawang merah melalui pelatihan intensif bagi petani di Hotel Grand Sumbawa. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si beserta jajaran terkait.

“Target Ambisius 300 Hektar”

Kadis Pertanian Rusmawati dalam paparannya menjelaskan, Sumbawa menargetkan pengembangan 300 hektar bawang merah dalam dua tahun ke depan. “Kami menargetkan pengembangan 300 hektar lahan bawang merah dalam dua tahun ke depan. Pelatihan ini menjadi kunci sukses program, dimana petani akan mendapat pengetahuan komprehensif mulai dari pembibitan hingga pascapanen,” ujar Kadis Rusmawati.

Adapun dalam program ini menawarkan; Pelatihan teknik budidaya modern, Akses pinjaman modal bunga rendah, Pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian dan Pemanfaatan teknologi serta alsintan.

Bupati Jarot dengan penuh semangat menyatakan, Sumbawa bisa menjadi lumbung Bawang Nasional.
“Potensi lahan kita luar biasa, tapi minat petani masih rendah dibanding Bima yang sudah maju. Dengan program ini, saya yakin Sumbawa bisa menjadi penghasil bawang merah terbaik di Indonesia,” kata Bupati Jarot.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jarot menekankan tiga strategi utama, yakni; Peningkatan SDM* melalui pelatihan berkelanjutan, Penerapan teknologi pertanian modern dan Kemitraan usaha yang saling menguntungkan.

Melihat potensi tersebut, Bupati Sumbawa menyatakan dukungan konkret Pemerintah dengan menyiapkan penyediaan bibit unggul, pelatihan pengelolaan alat mesin pertanian, pembentukan kelompok belajar petani dan akses pemasaran yang terjamin.

“Mari kita jadikan program ini sebagai momentum kebangkitan pertanian Sumbawa. Dengan kerja keras dan kolaborasi, bawang merah akan menjadi komoditas unggulan yang meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ungkap Bupati.

“Kami siapkan skema KUR khusus dengan bunga rendah untuk petani yang serius mengembangkan bawang merah,” tambah Rusmawati.

Adapun potensi ekonomi bawang merah mencapai Rp 50-100 juta/hektar. Permintaan nasional terus meningkat 5-7% per tahun dan Sumbawa memiliki lahan kering yang cocok untuk bawang merah.

Program ini akan dimonitor secara ketat dengan indikator capaian yang jelas untuk memastikan keberhasilannya dalam meningkatkan pendapatan petani Sumbawa. (Nuansa)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez