
Jakarta, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat komitmennya dalam percepatan penanganan kemiskinan dan stunting melalui sinergi lintas sektor dengan Kementerian Sosial RI.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bertemu langsung dengan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), di Jakarta untuk membahas strategi kolaboratif yang lebih konkret.
Pertemuan ini digelar dalam suasana dinamis dan dihadiri sejumlah kepala daerah serta perwakilan dari Provinsi Aceh, menandakan pentingnya kerja sama antarwilayah untuk solusi masalah sosial yang holistik.
Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih Jadi Kunci
Menurut Menteri Sosial Gus Ipul, penurunan kemiskinan dan stunting memerlukan pendekatan terintegrasi. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat, program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera yang melibatkan peran aktif pemda.
“Tidak bisa hanya mengandalkan Kementerian Sosial. Dinas Pendidikan dan Sosial harus menjamin keberlanjutan Sekolah Rakyat, Dinas Kesehatan memperkuat intervensi gizi, sementara Dinas Koperasi dan UMKM mengembangkan Koperasi Merah Putih untuk kemandirian ekonomi,” tegas Gus Ipul.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini bukan sekadar tentang angka, tetapi membangun sistem berkelanjutan yang menyentuh akar masalah. “Setiap warga harus memiliki akses layanan dasar dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyatakan kesiapan penuh daerahnya mendukung kebijakan nasional ini. “Kami akan memperkuat koordinasi antar-OPD untuk memastikan program seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih tepat sasaran,” ujar Wabup Ansori, Ahad (20/07/2025).
Ia juga mengungkapkan, Sumbawa telah menyusun strategi spesifik berbasis data, termasuk pendampingan keluarga miskin dan peningkatan akses gizi balita. “Kolaborasi dengan pusat sangat kami butuhkan, terutama dalam pendanaan dan pendampingan teknis,” tambahnya.
Wabup Ansori mengakui, tantangan utama di lapangan adalah kesenjangan akses di wilayah terpencil dan perubahan perilaku masyarakat. “Butuh pendekatan kultural, tidak hanya struktural,” katanya.
Gus Ipul merespons dengan mendorong inovasi berbasis kearifan lokal. “Daerah seperti Sumbawa punya potensi besar. Jika program seperti Koperasi Merah Putih dioptimalkan, bisa menjadi pengungkit ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal sinergi lebih masif antara pusat dan daerah. Kabupaten Sumbawa, dengan angka kemiskinan sekitar 12% dan stunting 24% (data 2024), menargetkan penurunan signifikan melalui intervensi terpadu ini.
“Kami ingin Sumbawa menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pusat-daerah dalam penanganan kemiskinan,” pungkas Haji Ansori.
Dengan semangat gotong royong, langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar