Plafon RSUD Sering Roboh, Legislator Ida Rahayu Minta Pemerintah Segera Bertindak Selamatkan Hibah 105 Miliar

2 menit membaca
Sahril
POLITIK - 10 Sep 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Insiden angin puting beliung yang melanda Kabupaten Sumbawa pada Rabu (10/09/2025) siang menyebabkan kerusakan signifikan di RSUD Sering. Kejadian yang berlangsung singkat namun intens tersebut berhasil merobohkan sebagian plafon di rumah sakit milik pemerintah daerah itu, memicu kekhawatiran akan keselamatan pasien dan kelangsungan pelayanan kesehatan.

Menanggapi kejadian ini, Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi PAN, Ida Rahayu, S.Ap, mendesak Pemerintah Kabupaten untuk segera mengambil langkah cepat melakukan perbaikan. Legislator senior yang telah empat periode menjabat ini menyoroti dampak ekonomi yang sangat besar jika kerusakan tidak segera ditangani.

“Kami meminta pemerintah segera merespon kondisi yang terjadi dan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki. Jangan sampai dibiarkan hingga tahun 2026 karena hibah alat kesehatan untuk RSUD yang bernilai Rp.105 miliaran bisa saja akan hilang,” tegas Ida Rahayu dalam keterangan persnya, Rabu sore.

Ida Rahayu mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya mengenai konsekuensi hilangnya hibah tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menginvestasikan sumber daya manusia yang tidak sedikit dalam rangka mempersiapkan penerimaan hibah peralatan medis canggih tersebut.

“Saat ini, beberapa dokter asal Kabupaten Sumbawa juga sedang menempuh pendidikan ke China untuk belajar mengoperasikan alat-alat yang akan dihibahkan ke RSUD Sumbawa. Bila kondisi ini dibiarkan, ilmu mereka akan sia-sia bila hibah itu hilang,” papar legislator yang duduk di Komisi III DPRD Sumbawa ini.

Ia menegaskan bahwa kerusakan fisik pada plafon RSUD Sering bukan hanya masalah infrastruktur biasa, tetapi merupakan ancaman serius terhadap investasi besar-besaran yang telah dilakukan daerah untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

“Ini tentang tanggung jawab kita terhadap masa layanan kesehatan warga Sumbawa. Hibah miliaran rupiah yang sudah di depan mata tidak boleh hilang hanya karena kita lambat merespon kerusakan infrastruktur. Kami di DPRD berharap agar pemerintah merespon dengan cepat dan melakukan perbaikan plafon rusak tersebut secara menyeluruh,” imbuhnya.

Ida Rahayu juga mengingatkan bahwa hilangnya hibah ini bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga akan menghambat modernisasi layanan kesehatan di RSUD Sering yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sering belum dapat memberikan pernyataan resmi mengenai estimasi kerusakan dan waktu perbaikan. Namun, sumber internal menyatakan bahwa layanan darurat masih tetap berjalan meski dengan beberapa penyesuaian.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur publik di Kabupaten Sumbawa terhadap bencana alam, sekaligus menjadi ujian bagi responsivitas pemerintah daerah dalam menangani darurat dan menjaga aset investasi strategis daerah.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez