
Sabang, Nuansantb.id- 20 November 2025- Di usia yang baru menginjak 17 tahun, sebuah amanah besar telah dipercayakan kepada Tgk. Muchtar Andhika. Pemuda asli Sabang ini resmi ditunjuk sebagai Imam Besar Masjid Al-Falah di Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, pada 23 September 2023. Penunjukannya ini menjadikannya sosok imam besar termuda yang memimpin shalat dan membimbing umat di kota paling barat Indonesia.
Di tengah arus globalisasi dan distraksi dunia modern yang kerap menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai spiritual, pilihan Andhika justru berbalik arah. Ia memilih untuk menapaki jalan penuh makna, mengemban tanggung jawab sosial dan keagamaan yang luhur.
Perjalanan spiritualnya menuju mimbar masjid tidak instan. Semuanya berawal dari peran sebagai muazzin, lalu naik pangkat menjadi Wakil Imam. Pada fase inilah ia banyak belajar dan menempa diri dengan mendampingi sosok seniornya, Abi H. Nazaruddin, S.Pd.I. Ketika sang guru memutuskan untuk fokus membina pesantren yang santrinya kian bertambah, estafet kepemimpinan masjid pun diserahkan sepenuhnya kepada Andhika. Sebuah bukti bahwa kesalehan dan kedewasaan beragama tidak selalu terpaut dengan usia.
“Ini adalah amanah besar dari Allah SWT yang harus saya jaga. Dalam perjalanannya, kadang ada suka, kadang ada duka. Tapi kita harus senantiasa bersabar, karena ini bukan perkara ringan. Namun, insya Allah, selama semuanya diniatkan ikhlas karena Allah, semua beban akan terasa ringan,” ujar Andhika dengan keteduhan yang khas.
Sebagai putra daerah, perjalanan pendidikannya dimulai dari MIS Ujong Kareung, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Sabang, dan SMKN 1 Sabang. Tekadnya untuk mendalami agama tidak berhenti; saat ini ia aktif menyelesaikan studi S1 Hukum Keluarga Islam di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh. Kesibukan sebagai mahasiswa dan imam besar tidak menyurutkan semangatnya. Ia juga aktif mengaji dan memperdalam ilmu syariah di Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah, Cot Abeuk, Kota Sabang.
Kini, di pundaknya terbentang sebuah misi besar: membentuk regenerasi pemuda sebagai penerus ulama dan pemimpin umat. Andhika menekankan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi pelopor kebaikan.
“Pemuda adalah kunci masa depan bangsa. Jangan biarkan lingkungan yang salah menentukan jalan hidup kita. Kita harus siap dan sigap mengambil peran sebagai pelanjut estafet perjuangan generasi tua,” tegasnya penuh keyakinan.
Di tengah gempuran tren modern dan budaya pop, Tgk. Muchtar Andhika adalah bukti nyata bahwa identitas Gen Z tidak harus bertolak belakang dengan nilai-nilai religius. Ia menjadi simbol harapan, membuktikan bahwa anak muda bisa berdiri di garda terdepan untuk membimbing umat, memimpin dari mimbar, dan menjadi pelopor perubahan positif yang mengakar kuat di tengah masyarakat. Andhika tidak hanya memimpin shalat, tetapi juga memimpin gerakan moral untuk menginspirasi generasinya. (**)

Tidak ada komentar