
Sumbawa, Nuansantb.id – Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah kebakaran hebat di Desa Batu Bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa segera menyalurkan bantuan logistik darurat kepada korban.
Bantuan disalurkan pada Rabu (04/02/2026) sore, hanya beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan.
Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kasi Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sagenta, yang mewakili Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST. Turut serta dalam penyaluran adalah tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) atau PB-TRC Kabupaten Sumbawa, menandakan kolaborasi solid antar lembaga dalam penanganan darurat.
Bantuan yang didistribusikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak korban yang kehilangan tempat tinggal. Paket bantuan terdiri dari air bersih, mie instan, paket sembako, telur, terpal, matras, dan selimut.
“Kami langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan kejadian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para korban, terutama untuk kebutuhan sehari-hari sambil menunggu langkah penanganan lanjutan,” ujar Muhammad Sagenta, saat menyerahkan bantuan di lokasi kebakaran.
Melalui Sagenta, Kepala BPBD Muhammad Nurhidayat menyampaikan bahwa penyaluran ini adalah langkah awal untuk meringankan beban warga terdampak. “Prioritas kami saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar seperti tempat berteduh sementara, air minum, dan makanan dapat terpenuhi. Ini adalah respons tanggap darurat kami,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Sumbawa tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan pertama. Mereka telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu, dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan kondisi korban.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk dinas sosial dan pemerintah setempat, untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan yang komprehensif. Kami juga akan mengevaluasi apakah ada kebutuhan tambahan yang mendesak di lapangan,” tambah Sagenta.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu siang tersebut telah meluluhlantakkan empat unit rumah warga, mengakibatkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Banyak korban yang kehilangan hampir seluruh harta benda, termasuk rumah, kendaraan, dan barang berharga lainnya.
Dengan adanya bantuan logistik darurat ini, diharapkan sedikit dapat mengurangi beban psikologis dan ekonomi yang harus ditanggung korban. Langkah cepat BPBD ini mendapatkan apresiasi dari warga setempat dan perangkat desa, yang melihat langsung kepedulian pemerintah daerah dalam situasi darurat.
Ke depan, proses rehabilitasi dan rekonstruusi akan menjadi fokus berikutnya, setelah fase tanggap darurat berhasil dilalui dengan baik.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar