
Nuansantb.id, 29 Maret 2026 – Teheran- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali ke level berbahaya. Berdasarkan laporan CNN, Iran telah melakukan penguatan militer besar-besaran di Pulau Kharg, pusat vital ekspor minyak negeri itu. Ranjau anti-personel, anti-tank, serta sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) kini ditempatkan di sepanjang garis pantai pulau strategis tersebut.
Langkah Teheran ini diduga sebagai respons atas rencana operasi amfibi yang tengah disiapkan militer AS untuk merebut kendali Pulau Kharg. Jika berhasil dikuasai, Washington bisa melumpuhkan tulang punggung sektor energi Iran secara signifikan.
Namun, para pejabat militer memperingatkan bahwa pendaratan darat di wilayah ini berisiko tinggi. Laksamana Purnawirawan James Stavridis pada Sabtu (28/03) menyatakan, “Iran akan menggunakan segala cara untuk memberikan kerugian besar bagi pasukan AS, terutama saat pendaratan di wilayah kedaulatan mereka.”
Di tengah ketegangan, negara-negara Teluk mendesak Washington agar tidak melakukan invasi darat. Mereka khawatir eskalasi konflik akan meluas dan mengancam infrastruktur energi kawasan. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa setiap upaya pendudukan akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata Iran.
Sebagai respons, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan unit pengintai Korps Marinir serta pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Presiden Donald Trump pun mengkritik NATO karena dinilai tidak memberikan dukungan signifikan dalam menghadapi Iran.
Konflik yang telah berlangsung hampir satu bulan ini menunjukkan tanda-tanda eskalasi serius, dengan risiko meluas menjadi konflik regional besar. (SI)
Sumber: CNN, Tribunnews

Tidak ada komentar