
Sumbawa, Nuansantb.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa resmi membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengkaji Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Pembentukan pansus ini diputuskan dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Senin (30/3/2026), sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif.
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nanang Nasiruddin, didampingi para wakil ketua. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh anggota dewan dan unsur pemerintah daerah.
Pansus untuk Evaluasi Komprehensif
Ketua DPRD Nanang Nasiruddin menegaskan bahwa pembentukan pansus bertujuan untuk memperdalam pembahasan LKPJ 2025 secara komprehensif. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan seluruh program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Rapat ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran. Sinergi antara legislatif dan eksekutif harus terus dibangun untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Nanang yang juga merupakan Ketua DPD PKS Sumbawa itu.
Tahun Pertama Kepemimpinan, Momen Konsolidasi
Di sisi lain, Bupati Syarafuddin Jarot menyebut Tahun Anggaran 2025 sebagai momentum krusial. Pasalnya, ini merupakan tahun pertama masa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Ansori. Menurut orang nomor satu di Tana Samawa itu, tahun tersebut menjadi fase konsolidasi sekaligus peletakan fondasi pembangunan daerah untuk periode ke depan.
“Tahun 2025 adalah tahun transisi menuju perekonomian yang adil dan berkelanjutan. Pembangunan di tahun ini kami bagi dalam dua fase, yaitu sebelum dan sesudah perubahan APBD, yang menjadi titik awal implementasi visi-misi daerah,” tegasnya.
Kinerja Fiskal Lampaui Target
Dalam pemaparannya, Bupati Syarafuddin menyampaikan capaian kinerja keuangan yang menggembirakan. Pendapatan daerah tercatat mencapai Rp2,37 triliun atau 101,30 persen dari target, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp242,29 miliar (100,80 persen). Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,25 triliun atau 92,93 persen dari anggaran.
“Pendapatan daerah meningkat 11,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi langkah awal yang baik menuju kekuatan fiskal yang lebih mantap,” jelasnya.
Realisasi Program Unggulan
Bupati juga menguraikan capaian 12 program unggulan yang menjadi prioritas. Di sektor infrastruktur pertanian, pemerintah telah membangun 12 check dam, 39 sumur bor, dan jaringan irigasi dengan anggaran Rp16,8 miliar. Untuk mendukung target 80 persen jalan mantap, alokasi anggaran peningkatan kualitas jalan mencapai Rp129,6 miliar.
Dari sisi investasi, telah dilakukan groundbreaking industri ayam terintegrasi senilai Rp1,3 triliun di Serading. Di bidang sosial dan keagamaan, insentif diberikan kepada lebih dari 600 tokoh agama, serta perlindungan BPJS bagi 21.736 pekerja rentan. Sektor pendidikan juga mendapat perhatian melalui pemberian beasiswa kedokteran, farmasi, dan pendidikan umum.
Apresiasi dan Harapan di Momen Idul Fitri
Mengakhiri penyampaiannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat atas terjaganya stabilitas daerah sepanjang tahun 2025. Dalam suasana Idul Fitri 1447 Hijriah, ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.
“Semoga capaian ini menjadi fondasi yang kuat untuk melompat lebih tinggi di tahun 2026. Kebersamaan kita adalah kunci utama mewujudkan Sumbawa yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar