Khutbah Jumat Berbalut Dakwah Kamtibmas, Kapolsek Labuhan Badas: Narkoba Senjata Pemusnah Generasi

2 menit membaca
Sahril
Headline News, Polri - 03 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Yaqin, Sernu, Kelurahan Lempeh, Sumbawa, pada Jumat (03/07/2026). Di mimbar suci, jamaah menyimak khutbah yang tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga membuka mata tentang ancaman nyata yang mengintai generasi muda.

Bertindak sebagai khatib, Kapolsek Labuhan Badas, IPTU Eko Riyono, SH., M.Si., menyampaikan pesan agama sekaligus imbauan kamtibmas dengan pendekatan yang menggugah kesadaran.

Mengawali khutbah, Kapolsek Eko mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas iman dan terus memperbaiki diri. Namun, perhatian utama tertuju pada satu musuh bersama: narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar barang haram, melainkan “senjata pemusnah generasi secara sistematis”.

Data BNN 2024 menjadi pijakan penting dalam khutbah tersebut, yang mencatat bahwa 55% penyalahgunaan narkoba terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun—usia emas produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung umat dan bangsa.

Yang membedakan khutbah kali ini adalah kritik tajam Kapolsek terhadap pola pencegahan yang selama ini berjalan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus fungsional dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif di pendidikan agama dengan konsep 3R (Rasional, Relasional, Reflektif) , yang menyentuh akal, bukan sekadar emosi.

“Rehabilitasi sering gagal karena bersifat represif, bukan edukatif. Efek jera tanpa pemahaman tidak akan pernah cukup,” tegasnya.

Kapolsek Eko mengidentifikasi tiga anomali yang membuat anak muda tidak takut pada narkoba. Pertama, anomali kognitif: anak tahu narkoba haram, tetapi tidak tahu bahwa narkoba merusak sistem dopamin otak secara permanen.

Kedua, anomali afektif: anak merasa sekali coba tidak apa-apa karena belum memahami bahayanya.

Ketiga, anomali struktural: keluarga dan masyarakat hanya jago melarang, tetapi gagal menyediakan alternatif aktivitas positif. Ia mengingatkan bahwa ketakutan anak muda hanya pada risiko ketahuan, bukan pada dampak kesehatannya. Akibatnya, pencegahan kehilangan makna.

Di akhir khutbah, Kapolsek mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, saling menghormati, dan memfilter keluarga dari gangguan narkoba di mana pun dan kapan pun.

Khutbah yang menggabungkan dakwah spiritual dengan kesadaran sosial ini disambut dengan khidmat oleh jamaah. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dalam memberantas bahaya narkoba.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez