Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Bupati Sumbawa Rakor Bersama Menteri KKP dan Ketua Komisi IV DPR RI

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 03 Jul 2026

Jakarta, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (02/07/2026).

Rakornas yang mengusung tema “Akselerasi PKPN Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan” ini diikuti langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Menteri Trenggono dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan arah dan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia memaparkan enam Program Kerja Prioritas Nasional yang menjadi tanggung jawab KKP, meliputi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 5.000 lokasi hingga 2029, pengembangan Budidaya Ikan Darat Tematik di 40.000 titik pada 500 kabupaten/kota, Program Swasembada Garam Nasional melalui pembangunan 2.000 hektare tambak garam, revitalisasi Tambak Pantai Utara Jawa seluas 14.000 hektare, pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi Waingapu seluas 2.000 hektare, serta modernisasi 4.582 unit kapal perikanan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menegaskan komitmen DPR dalam mendukung program prioritas KKP melalui fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan. Ia mengungkapkan bahwa anggaran KKP meningkat dari Rp13 triliun pada 2026 menjadi Rp15,6 triliun pada 2027.

“Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta bersama Pak Menteri Ir. Sakti Wahyu Trenggono dan Bu Titiek selaku Ketua Komisi IV DPR RI,” ujar Bupati Jarot dalam keterangannya kepada media Nuansantb.

Menurut Bupati, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengakselerasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama menuju swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk mengambil peran aktif dengan mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki daerah.

Kabupaten Sumbawa diketahui memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Dari sisi produksi udang saja, Sumbawa menyumbang 71,51 persen produksi udang Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 14,78 persen produksi udang nasional. Bahkan, tiga desa di Kabupaten Sumbawa yakni Desa Labuhan Alas, Desa Labuhan Mapin, dan Desa Pulau Kaung telah ditetapkan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.

“Kabupaten Sumbawa siap mengambil peran aktif dengan mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang kita miliki,” tegas Bupati Jarot.

Bupati Jarot juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera menindaklanjuti hasil rakornas ini dengan berkoordinasi bersama jajaran pemerintah daerah untuk menyelaraskan program-program daerah dengan kebijakan nasional. Ia berharap seluruh program prioritas KKP dapat diimplementasikan secara maksimal di Kabupaten Sumbawa, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Rakornas yang berlangsung pada 2–3 Juli 2026 ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez