
SUMBAWA, Nuansantb.id – Dalam upaya mendekatkan pelayanan dan kepastian hukum bagi masyarakat pesisir, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Sumbawa menggelar kegiatan “Sambang Nusa Presisi” di Pulau Medang, Desa Medang, Kecamatan Labuhan Badas, Senin (27/04/2026). Lokasi kegiatan ini merupakan salah satu pulau terluar berpenghuni di wilayah Kabupaten Sumbawa yang aksesnya hanya dapat ditempuh melalui jalur laut.
Kasat Polairud Polres Sumbawa, IPTU Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, SH, secara langsung memimpin giat tersebut. Turut hadir mendampingi, Kasubdit Patroli Dit Polairud Polda NTB, AKBP Kurniawadin, SPI., MM. Kehadiran kedua pejabat utama ini disambut antusias oleh warga nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat.
Dalam sambangannya, IPTU Baiq Shinta menegaskan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman hukum yang komprehensif kepada masyarakat pulau terluar. Tiga materi utama disosialisasikan dengan pendekatan dialogis dan edukatif.
Pertama, sosialisasi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa pelestarian sumber daya laut adalah tanggung jawab bersama. UU ini mengatur sanksi tegas bagi penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem, seperti bom atau racun. Nelayan yang taat aturan akan mendapat perlindungan dan keberlanjutan hasil tangkapan,” ujar IPTU Baiq Shinta saat memberikan materi.
Kedua, disosialisasikan Peraturan BPH Migas No. 2 Tahun 2023 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan. Regulasi ini penting karena tanpa surat rekomendasi dari pejabat yang berwenang, nelayan sulit mengakses BBM bersubsidi secara legal.
Ketiga, yang paling menarik perhatian warga adalah tata cara pembuatan Pas Kecil (Surat Persetujuan Berlayar) secara online melalui link e-pas kecil. “Dulu mengurus Pas Kecil harus bolak-balik ke kantor syahbandar. Sekarang cukup melalui ponsel di rumah, prosesnya cepat dan tidak dipungut biaya ilegal,” jelas perwira pertama yang akrab disapa Shinta itu.
Ia menambahkan, layanan digital ini merupakan bentuk komitmen Polairud untuk mempermudah administrasi pelayaran rakyat, sekaligus mencegah praktik pungutan liar di lapangan. Masyarakat juga diedukasi untuk waspada terhadap potensi penipuan mengatasnamakan petugas.
AKBP Kurniawadin dalam arahannya mengapresiasi inisiatif Polres Sumbawa yang secara konsisten menyambangi pulau-pulau terdepan. “Sambang Nusa Presisi bukan sekadar seremonial, tetapi wujud hadirnya negara untuk melindungi segenap anak bangsa, termasuk di wilayah terluar yang seringkali terbatas akses informasinya,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Sejumlah nelayan mengaku terbantu dengan penjelasan langsung dari aparat. Mereka kini memahami prosedur pembelian BBM resmi serta cara mengurus dokumen pelayaran secara digital tanpa perantara. IPTU Baiq Shinta berharap giat serupa terus berlanjut sehingga kesadaran hukum masyarakat pesisir semakin meningkat dan potensi laut Sumbawa dapat dikelola secara berkelanjutan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar