
SUMBAWA, Nuansantb.id – Beredarnya video viral yang menggambarkan seorang warga diduga menghadang rombongan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, di Desa Tolo’oi Mata, Kecamatan Tarano, mendapatkan respons tegas dari legislatif daerah. Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Muhammad Faesal, S.AP., MM.Inov, menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan cenderung tendensius.
Muhammad Faesal, yang juga merupakan Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 serta Sekretaris DPC Partai Gerindra Sumbawa, menyatakan tidak ada kejadian penghadangan seperti yang beredar di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang direkam merupakan momen spontan ketika Wakil Bupati Ansori tengah melintas di lokasi.
“Tidak ada warga yang menghadang Wakil Bupati. Yang terjadi adalah seorang warga sedang mencuci sepeda motornya di genangan air jalan. Kebetulan Pak Wabup melintas, dan beliau langsung turun dari kendaraan untuk menyapa serta bersalaman dengan ramah,” tegas Faesal kepada Nuansantb, Kamis (13/08/2026).
Lebih lanjut, politisi Gerindra itu menyayangkan adanya pemotongan video yang membuat momen tersebut terlihat seolah-olah warga sengaja mengadang sambil mengeluhkan kondisi jalan. Menurut Faesal, kondisi jalan di lokasi kejadian justru dalam keadaan baik dan mulus, tidak ada kerusakan parah atau lubang yang signifikan seperti yang diisukan.
“Faktanya, warga tersebut sedang mencuci motor dan tidak mengetahui kalau yang melintas adalah Wakil Bupati. Jalan yang dilewati pun mulus, tidak ada rusak atau lubang. Narasi dalam video terkesan dilebih-lebihkan dan dipotong-potong sehingga tidak menampilkan kejadian yang utuh,” ujarnya.
Faesal mengimbau kepada seluruh insan media, khususnya para konten kreator, untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Ia mengingatkan agar selalu mengedepankan fakta dan menyajikan berita secara utuh demi menjaga kondusivitas daerah.
“Saya berharap teman-teman media maupun konten kreator dapat menjaga situasi daerah tetap kondusif. Jangan mengunggah video sepotong-sepotong, tampilkanlah sesuai fakta dan jangan dibuat-buat demi kontennya viral. Pikirkan dampak dari apa yang kita unggah,” imbau Faesal.
Menurutnya, berita atau informasi yang baik adalah yang berdasarkan fakta benar, berasal dari sumber yang jelas, bersifat netral, serta disusun secara runtut menggunakan rumus 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, How) agar mudah dipahami oleh masyarakat. “Berita dan informasi yang baik tentunya melalui mekanisme yang jelas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, video yang memperlihatkan seorang pria mencuci motor di genangan air saat mobil rombongan Wakil Bupati melintas di Desa Mata, Kecamatan Tarano, sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, pria itu menyampaikan permohonan maaf dan menyebutkan bahwa aksinya dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Ansori sebelumnya juga telah meluruskan kabar tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada penghadangan dan beliau langsung turun untuk berdialog dengan warga.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar