3.325 Balita Stunting di Sumbawa, Bupati Jarot: Ini Alarm bagi Kita Semua

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 09 Sep 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Angka stunting di Kabupaten Sumbawa justru mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, pada 2026 tercatat 3.325 balita mengalami stunting—melonjak 113 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 3.212 balita.

Fakta ini mendorong Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, untuk meminta seluruh sektor bergerak bersama. Penanganan stunting, tegasnya, bukan semata tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan intervensi lintas sektor yang menyentuh akar persoalan.

“Angka ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Stunting bukan sekadar persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan sumber daya manusia yang menentukan masa depan daerah,” ujar Bupati Jarot saat membuka Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi di Ballroom La Grande Sumbawa, Selasa (08/09/2026).

Mengintip Data: Ketika Stunting Meningkat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Syarif Hidayat, SKM., MPH, memaparkan tren yang mengkhawatirkan:

· 2023: 25 persen balita stunting

· 2024: Meningkat menjadi 29 persen

· 2026: 3.325 balita (meningkat 113 dari tahun sebelumnya)

“Keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan, namun kami terus berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi telemedicine untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil,” jelas Syarif.

Bukan Hanya Masalah Medis

Bupati Jarot menekankan bahwa intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan intervensi sensitif. Ada 18 perangkat daerah yang dilibatkan dalam pendekatan konvergensi—tidak hanya Dinas Kesehatan.

“Ketika intervensi sensitif tidak dikendalikan dengan baik, akan sulit dilakukan penanganan terhadap stunting,” tegasnya.

Beberapa tantangan yang masih menghantui:

· Akses sanitasi: 6,7 persen masyarakat masih menumpang jamban

· Pola asuh: Edukasi tentang gizi dan pengasuhan anak masih minim

· Paparan asap rokok: Masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak

Bupati Jarot menyebut, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, jaminan kesehatan, hingga edukasi pola asuh adalah kunci pencegahan yang harus digalakkan dari hulu.

Anggaran dan Kolaborasi

Satu hal yang menarik terungkap dalam pelatihan tersebut: biaya penanganan satu anak stunting mencapai sekitar Rp 4,1 juta. Dengan ribuan balita stunting, jelas H. Syarif, “Pekerjaan rumah kita adalah intervensi sensitif yang melibatkan multisektor.”

Pelatihan yang diikuti dokter dan petugas gizi dari 26 puskesmas se-Kabupaten Sumbawa ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Kepala Dinas Sosial Dr. dr. Nur Aisyah, Sp.A, dan Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardika.

Bupati Jarot memberikan apresiasi khusus kepada PT Sarihusada Generasi Mahardika yang telah mendukung Kabupaten Sumbawa selama tiga tahun terakhir melalui program CSR, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

“Semoga ke depannya kita masih akan terus meningkatkan kerja sama, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.

Tenaga Kesehatan: Garda Terdepan

Bupati Jarot menilai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai langkah krusial. Dokter dan petugas gizi puskesmas adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Mereka memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani persoalan gizi anak sejak dini,” ujar Bupati seraya memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, hingga puskesmas.

Stunting: Investasi Jangka Panjang

Penutup pidato Bupati Jarot menegaskan pandangannya: anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, lebih rentan terhadap penyakit, serta berpotensi memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah ketika dewasa.

“Karena itu, penanganan stunting harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez