
Sumbawa, Nuansantb.id – Komisi III DPRD Sumbawa bersama Kepala UPTD Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Mustafa, S.T., M.T., meninjau ruas Jalan Peruak Dua Anten di Reberas, Kelurahan Seketeng, serta Jembatan Batu Bangka-Prajak, Kamis (08/10/2026). Peninjauan ini menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pekerjaan yang belum tuntas dan disebut tak berlanjut selama berbulan-bulan.
Dalam kunjungan tersebut, Mustafa berdialog dengan anggota Komisi III DPRD Sumbawa dan warga. Ia mengakui penanganan jalan dan jembatan itu masih terkendala, terutama soal keterbatasan anggaran.
“Kami akan usahakan jalan ini supaya tidak ada keluhan masyarakat. Terkait kondisi Jalan Peruak Dua Anten dan jembatan penghubung Batu Bangka-Prajak, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Mustafa.
Warga juga mempertanyakan belum tuntasnya pekerjaan Jembatan Batu Bangka-Prajak. Mereka menilai penyelesaian jembatan telah berlangsung lama tanpa tindak lanjut pekerjaan di lapangan.
Menanggapi hal itu, Mustafa memastikan pihaknya mengupayakan agar penanganan Jalan Peruak Dua Anten, Reberas, dan Jembatan Batu Bangka-Prajak kembali berjalan tahun ini.
“Kami akan upayakan agar ruas Jalan Peruak Dua Anten Reberas dan Jembatan Batu Bangka-Prajak ini segera dikerjakan dalam tahun ini,” ujarnya.
Menurut Mustafa, persoalan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah Sumbawa dan pihak terkait, terutama menyangkut kendala anggaran yang menjadi salah satu faktor penghambat.
“Hal ini akan terus kami koordinasikan ke pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkaitan mengenai terkendalanya anggaran,” katanya.
Ia menyebut solusi teknis dan pola penanganan akan dibahas bersama pihak terkait. Untuk pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan yang sempat terhenti, Mustafa berharap dapat dimulai kembali pada awal November 2026 dengan pola swakelola.
Mustafa menegaskan pihaknya akan terus menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya kondisi Jalan Peruak Dua Anten dan Jembatan Batu Bangka-Prajak yang menjadi perhatian warga. Dengan peninjauan langsung tersebut, masyarakat berharap persoalan infrastruktur di kawasan itu tidak kembali berlarut dan penanganannya dapat direalisasikan sesuai target pada 2026. (Ch)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar