
Sumbawa, Nuansantb.id — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa Job Fair 2026 tidak boleh berhenti sebatas mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi langkah nyata untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sumbawa.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat membuka Job Fair 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa di halaman kantor dinas setempat, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 19 perusahaan dengan menyediakan 282 lowongan pekerjaan.
Bupati menyatakan, Job Fair merupakan wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang membutuhkan tenaga kerja. Melalui kegiatan ini, informasi lowongan pekerjaan diharapkan dapat diakses masyarakat secara lebih terbuka, transparan, dan merata.
“Selama ini, mungkin ada perusahaan yang mengumumkan lowongan hanya melalui lingkungan internalnya. Dengan Job Fair ini, kita ingin kesempatan kerja lebih terbuka dan masyarakat memiliki peluang yang lebih luas untuk melamar,” ujarnya.
Ia menilai, keterbukaan informasi lowongan kerja penting untuk memastikan proses rekrutmen berlangsung lebih transparan dan memberikan kesempatan yang adil kepada para pencari kerja. Selain melalui pertemuan langsung, Bupati mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan informasi lowongan pekerjaan.
Menurutnya, penyebarluasan informasi lowongan kerja juga dapat dilakukan melalui media sosial, grup WhatsApp, maupun kanal digital lainnya agar informasi tersebut menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.
“Kalau memang ada lowongan kerja, informasinya harus disampaikan secara terbuka. Bisa melalui Job Fair, bisa juga dipublikasikan melalui berbagai kanal informasi agar masyarakat mengetahui kesempatan yang tersedia,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, terdapat tiga hal penting yang ingin didorong melalui Job Fair 2026, yaitu memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha lokal termasuk UMKM, dan meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing secara profesional.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja tidak hanya bergantung pada perusahaan besar atau industri. UMKM, toko, usaha kuliner, galeri, dan berbagai jenis usaha lokal juga memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja apabila terus dikembangkan. Karena itu, pelaku UMKM perlu didorong agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menciptakan peluang usaha baru.
Bupati mencontohkan pemanfaatan media sosial dan aplikasi digital untuk memasarkan produk. Pelaku usaha kuliner, misalnya, kini dapat menerima pesanan melalui WhatsApp atau media sosial tanpa harus memiliki rumah makan besar maupun toko permanen.
“Sekarang orang bisa memesan makanan atau produk hanya melalui telepon. Ini peluang bagi UMKM untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja. Karena itu, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, akses pembiayaan saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan dalam mengelola keuangan, menjaga kualitas produk, memanfaatkan teknologi, serta memperluas jaringan pemasaran.
Dalam konteks tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang turut membangun kemitraan untuk mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Sumbawa. Kerja sama itu diharapkan mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi dan mengakses fasilitas penjaminan maupun pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan zaman. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja terampil melalui pelatihan, termasuk melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Upaya tersebut harus diikuti dengan ketersediaan lapangan kerja dan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan maupun pelaku usaha.
“Jangan sampai kita menyiapkan tenaga kerja yang terampil, tetapi tidak ada kesempatan kerja. Sebaliknya, perusahaan dan UMKM yang berkembang juga membutuhkan tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Ia menekankan, kemampuan menggunakan teknologi digital, mengoperasikan komputer, serta memahami berbagai program perkantoran seperti pengolah kata, spreadsheet, dan presentasi menjadi keterampilan dasar yang semakin dibutuhkan. Peningkatan kualitas SDM, menurut Bupati, harus dibangun melalui persaingan yang sehat dan profesional.
Bupati H. Jarot meminta Disnakertrans Sumbawa melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan Job Fair 2026. Evaluasi tersebut perlu mencakup jumlah pencari kerja yang akhirnya diterima bekerja, kesesuaian kompetensi pelamar dengan kebutuhan perusahaan, serta jenis keterampilan yang masih belum terpenuhi.
Dengan demikian, pemerintah daerah dapat mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut memberikan dampak nyata sekaligus menjadi dasar untuk merancang program peningkatan kompetensi tenaga kerja pada masa mendatang.
Ia juga meminta perangkat daerah terkait bersama Jamkrindo mengidentifikasi dan mendampingi UMKM potensial yang membutuhkan fasilitas penjaminan maupun pembiayaan. Sementara itu, kerja sama dengan STKIP Paracendekia Sumbawa perlu ditindaklanjuti melalui program pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Harus ada tindak lanjut yang jelas. Lakukan evaluasi secara berkala, ukur hasilnya, dan pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terbentuk ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terbuka, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. (SI)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar