
Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Taruna Siaga Bencana (Tagana) kini berusia 19 tahun, tepat 24 Maret 2023. Dengan usianya yang sudah matang ini, tentu telah banyak konstribusi yang diberikan terutama dalam penanganan kebencanaan baik bencana alam maupun bencana sosial.
Berbagai ucapan, harapan bahkan apresiasi datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq.
Ketua DPRD Sumbawa yang juga pembina kehormatan Taruna Siaga Bencana menilai Tagana merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana yang diharapkan selalu menebarkan cahaya kebaikan dan jiwa yang menyalakan hidup orang lain. Tagana harus mampu bersikap proaktif dalam situasi apapun di tengah kebencanaan sekalipun.
“Jadilah cahaya bagi orang lain. Itulah makna hidup yang sesungguhnya dan manusia yang terbaik adalah yang bermanfaat untuk sesama,” ujar Rafiq kepada media ini, Jumat (24/03/2023) kemarin.
Selain itu, Ketua Rafiq juga berpesan agar Tagana selalu menjaga kekompakan dengan berprinsip, satu komando, satu aturan, dan satu kesatuan, sehingga tak ada warga terdampak bencana luput dari perhatiannya.
“Jadilah penghubung dan perekat masyarakat. Tagana harus berfikir bahwa keberadaannya tidak sendiri, masih banyak elemen lain yang berkiprah, yang bisa digandeng, dirangkul, dan maju bersama,” ungkap Rafiq.
Menurut Rafiq, usia Tagana ke-19, merupakan usia yang matang untuk menghadapi setiap dinamika, tantangan dan profesionalisme, dengan beragam pola penanganan dalam merespon anomali bencana.
Momentum peringatan HUT Tagana dapat menjadi ajang konsolidasi, tukar informasi, refleksi diri serta upaya membangun jiwa korsa dan peningkatan silahturahmi antar Tagana.
Selaku salah satu pimpinan di daerah, Rafiq menyatakan untuk senantiasa membersamai Tagana. Ia pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Tagana Kabupaten Sumbawa yang telah menjadi mitra andalan pemerintah dan masyarakat.
“Selamat Ulang Tahun Tagana ke-19, semoga Tagana menjadi pioner ketangguhan masyarakat Kabupaten Sumbawa dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana,” pungkasnya.
Ketua Tagana Kabupaten Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I, berharap momentum HUT Tagana ke 19 dapat membangun sinergitas dengan multi pihak baik masyarakat maupun pemerintah untuk bersama-sama menjaga lingkungan atau kelestarian hutan. Dengan cara ini menjadi salah satu solusi dalam meminimalisir terjadinya bencana di Kabupaten Sumbawa.
Tagana ungkapnya, tidak hanya menangani saat dan pasca terjadinya bencana. Namun yang paling penting penanganan pada pra bencana atau mitigasi.
Di antaranya memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Dengan memiliki kepahaman, dapat mengurangi resiko terjadinya bencana, karena masyarakat telah mengetahui tindakan tepat yang dilakukan ketika terjadinya bencana. Apalagi Kabupaten Sumbawa khususnya wilayah timur dan barat memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana alam.
“Fenomena alam yang terjadi, mengingatkan kita untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dini terhadap segala kemungkinan ancaman dan dampak bencana. Untuk itu masyarakat harus mempunyai kesiapsiagaan dan tingkat kewaspadaan yang baik,” tandasnya. (Nuansa/SI)

Tidak ada komentar