Warga Alba Curhat, Cawabup Ansori Tegaskan Akan Tuntaskan Masalah Gas Melon

oleh -500 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP dan Drs H Mohamad Ansori atau Jarot-Ansori terus bergerak melakukan blusukan dan kampanye tatap muka terbatas diberbagai desa di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Cawabup, Drs H Mohamad Ansori, Rabu (09/10/2024) melakukan blusukan di wilayah Barat (Dapil V) mengunjungi masyarakat di Desa Usar Mapin, Mapin Rea dan Mapin Beru Kecamatan Alas Barat (Alba). Dari rumah ke rumah Haji Ansori melakukan blusukan dan menyambangi warga dengan menanyakan persoalan-persoalan yang dihadapi.

Salah satunya yakni terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Dalam blusukan tersebut warga meminta agar dilakukan pengawasan ketat terkait proses distribusi dan penyalurannya kepada masyarakat penerima. Karena disinyalir banyak yang disalahgunakan.

“Kami sulit untuk mendapatkan gas melon, dulunya masyarakat disarankan untuk menggunakan gas, kini justru gas nya yang sulit kami dapatkan. Kalaupun ada harganya sudah sangat melambung,” ujar Rini seorang ibu rumah tangga warga Desa Usar Mapin.

Cawabup Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori dihadapan warga menegaskan akan menyelesaikan semua persoalan termasuk keluhan terkait Gas Melon.

“Kami datang dari rumah ke rumah adalah untuk mengetahui kondisi masyarakat, dengan masukan-masukan dari masyarakat ini akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. In Shaa Allah Jarot-Ansori akan menuntaskan semua persoalan dasar masyarakat termasuk Gas melon,” tegas pengusaha sukses yang merupakan anak ideologi presiden terpilih Prabowo Subianto ini.

Dikatakan, Harga (HET) gas elpiji 3kg Rp. 19.500 (Keputusan Gubernur), nilai subsidi sekitar Rp33 pertabung. Kabupaten Sumbawa memperoleh quota sebanyak 12.090, dengan cadangan 807 metrik ton setahun atau setara 4 juta lebih tabung setaun.

Secara data kemiskinan dan UMKM, Berdasar analisis Kementrian ESDM cq. Dirjen BPH MIGAS, kata Anaori jumlah tersebut sdh terpenuhi. Di Kabupaten Sumbawa ada 8 agen (tukang jual tabung berisi gas ke semua desa), 600 lebih penyalur (dimana HET berlaku) dan sub- penyalur (HET tdk berlaku) tersebar di semua desa.

Tinggal bagaimana pengaturannya saja yang mesti diintervensi oleh pemerintah dan Jarot-Ansori punya skema terkait semua permasalahan dasar masyarakat tersebut.

“In Shaa Allah jika Jarot-Ansori ditakdirkan memimpin daerah ini, sekali lagi kami tegaskan bahwa persoalan ini akan kami tuntaskan agar kebutuhan pokok masyarakat tidak lagi menjadi persoalan yang makin menyulitkan warga,” pungkas Haji Ansori. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.