
Sumbawa, Nuansantb.id — Di tengah terik matahari Rabu (13/5/2026), halaman Kantor Bupati Sumbawa berubah menjadi panggung semangat kebersamaan dan profesionalisme. Ratusan personel pemadam kebakaran dari seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat berkumpul dalam Upacara Kesiapsiagaan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tingkat Provinsi NTB. Tahun ini, Kabupaten Sumbawa dipercaya sebagai tuan rumah, dan pemerintah daerah setempat menunjukkan komitmen luar biasa untuk terus mengangkat martabat para pahlawan penyelamat.
Upacara berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, AK, yang membacakan sambutan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal. Namun, perhatian utama tertuju pada pernyataan tegas Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori serta jajaran Forkopimda.
Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu menekankan bahwa profesi pemadam kebakaran kini telah melampaui tugas konvensional.
“Jangan panggil mereka hanya pemadam api. Mereka adalah garda terdepan kemanusiaan. Dari mengevakuasi korban banjir, menjinakkan ular berbisa di pemukiman warga, hingga menyelamatkan nyawa di ketinggian—semua mereka lakukan dengan risiko taruhan nyawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak akan tinggal diam. Kami akan dorong peningkatan kesejahteraan, alat pelindung diri, serta pelatihan sertifikasi berkelanjutan,” ujar Haji Jarot.
Pernyataan itu langsung disambut riuh rendah personel Damkar yang hadir. Sebab, data Triwulan I Tahun 2026 di NTB menunjukkan bahwa dari 1.018 operasi yang dilakukan, 891 di antaranya adalah penyelamatan non-kebakaran. Artinya, hampir 88 persen tugas Damkar adalah penyelamatan jiwa, bukan sekadar memadamkan api.
Simulasi Spektakuler dan Edukasi Warga
Setelah upacara, ribuan warga Sumbawa disuguhi atraksi edukatif yang mendebarkan. Tim Damkar Kabupaten Sumbawa mendemonstrasikan simulasi penjinakan ular sanca kembang sepanjang 3 meter di tengah lapangan. Tanpa ragu, seorang penyelamat meraih kepala ular dengan gerakan cepat—sebuah keahlian yang dilatih khusus untuk merespons laporan warga.
Tak kalah menarik, Drum Band Symphony Sabalong Samalewa, binaan Persatuan Drum Band Indonesia Kabupaten Sumbawa, menggema dengan irama marching yang disiplin. Suara drum yang kompak menjadi simbol soliditas aparatur pelayanan publik. Kemudian, iring-iringan konvoi 25 unit kendaraan pemadam kebakaran modern berkeliling kota, menyalakan sirene sebagai pengingat pentingnya mitigasi bencana.
Apresiasi untuk Para Juara
Momen paling ditunggu adalah pengumuman NTB Firefighter Skill Competition 2026. Setelah melewati serangkaian ujian ketangkasan, kecepatan, dan ketepatan dalam evakuasi, juara pertama diraih oleh Kabupaten Lombok Tengah, disusul Kabupaten Sumbawa Barat sebagai juara kedua, dan Kabupaten Lombok Utara sebagai juara ketiga. Sementara harapan satu hingga tiga masing-masing diberikan kepada Lombok Barat, Kota Bima, dan Kota Mataram.
“Kompetisi ini bukan sekadar adu cepat. Ini adalah uji mental dan protokol keselamatan. Semua peserta adalah pemenang karena mereka memilih profesi mulia ini,” tambah Bupati Haji Jarot saat menyerahkan piala bergilir.
Di akhir acara, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran khusus pelatihan technical rescue tingkat lanjut pada APBD Perubahan 2026. Provinsi NTB juga berjanji akan membentuk Sekolah Lapangan Penyelamatan pertama di kawasan timur pulau.
Melalui tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, HUT ke-107 Damkar tahun ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi bukti bahwa Kabupaten Sumbawa tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mitra strategis dalam melindungi setiap jiwa di bumi Samawa.
”Saat sirene berbunyi, mereka berlari ke arah bahaya. Maka sudah kewajiban kita berlari untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tutup Bupati Jarot.
Editor: Nuansantb.id

Tidak ada komentar