Pasar Seketeng dalam Kondisi Memprihatinkan, Pansus DPRD Sumbawa Desak Penataan Segera

oleh -948 Dilihat
oleh

“WC Dialihfungsikan Jadi Kios, IPAL Tak Beroperasi”

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Sumbawa mengungkapkan keprihatinan mendalam atas buruknya kondisi Pasar Seketeng.

Dalam Rapat Paripurna Kedua DPRD Sumbawa, Senin (21/04/2025) kemarin, Ketua Pansus Andi Rusni, SE., MM, menyebut pasar tersebut dalam keadaan kotor, kumuh, berbau, dan tidak terawat, dengan sejumlah fasilitas vital yang tidak berfungsi.

Andi Rusni mengungkapkan fakta kerusakan di lapangan, dimana ada pembiaran ‘Alih Fungsi WC Umum’.

“Fasilitas WC umum dialihfungsikan menjadi kios permanen, dan ini jelas mengorbankan kebutuhan dasar pedagang dan pengunjung,” jelas Andis sapaan akrab Ketua Pansus DPRD Sumbawa kepada media ini, Rabu (23/04).

Tidak hanya itu kata Andis, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga tidak beroperasi, dan ini jelas memperparah pencemaran lingkungan.

Kemudian, lantai dasar Block C menjadi kubangan air saat hujan akibat drainase rusak dan desain tidak optimal. “Fasilitas terabaikan, ditambah tidak ada anggaran operasional untuk perbaikan listrik, lampu, atau pemeliharaan rutin,” ungkapnya.

Terhadap kondisi tersebut, Ketua Pansus memberikan analogi keras yang menyamakan kondisi Pasar Seketeng dengan “sapi perah tanpa diberi pakan”.

“Pasar terus menghasilkan pendapatan retribusi, tetapi tidak ada perhatian untuk perawatan. Ini ironis!” tegasnya.

Adapun rekomendasi mendesak Pansus, meminta Pemda Sumbawa segera: Revitalisasi Total, dengan melakukan perbaikan lantai dasar Block C dan jembatan penghubung antar blok (Block C ke Block B/A).

Kemudian, Normalisasi Fungsi Fasilitas, dengan mengembalikan WC umum ke fungsi semula dan aktifkan kembali IPAL.

Terakhir, lakukan penataan Drainase & Parkir, dengan melakukan perbaikan saluran air dan penertiban lahan parkir yang semrawut.

“Anggaran Pemeliharaan harus tersedia. Alokasikan dana khusus untuk perawatan rutin infrastruktur pasar,” tambahnya.

Temuan Pansus di lapangan, Pedagang pasar mengeluh kondisi ini mengurangi kunjungan pembeli. “Bau tidak sedap dan genangan air membuat pembeli enggan datang,” pungkasnya. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.