
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa tengah menghadapi darurat peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Mirisnya, barang haram ini kini sudah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan menengah (SMP). Masyarakat pun geram dengan kinerja BNN Sumbawa yang dinilai hanya fokus pada pencegahan, minim tindakan pemberantasan.
BNN Dinilai “Ompong”, Narkoba Beredar Bak di Supermarket Serang Generasi Emas
Anggota DPRD Sumbawa, Sandi, S.Pd., MM., menyoroti lemahnya penindakan BNN dalam memerangi peredaran narkoba.
“BNN Sumbawa terkesan ompong, tidak punya nyali dan taring untuk membasmi narkoba. Di titik-titik tertentu, mendapatkan barang haram ini semudah berbelanja di supermarket. Ini hanya jadi tontonan saja!” tegas Sandi kepada media ini saat menyampaikan keluhan masyarakat, Kamis (04/06/2025).
Selain itu, Ia juga mengkritik P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang tidak berfungsi maksimal. Padahal, peredaran narkoba di Sumbawa sudah sangat terang-terangan dan mengancam generasi muda.
Sandi menegaskan, narkoba sudah merambah ke anak-anak usia dini, yang seharusnya menjadi generasi emas penerus bangsa.
“Ini sudah parah! Jangan hanya menangkap pengguna kecil, tapi kejar bandar dan sindikatnya. Ular jangan ditangkap ekornya, tangkap kepalanya!” serunya.
Ia mendesak BNN, Bupati Sumbawa, dan seluruh pihak terkait untuk lebih serius menangani masalah ini sebelum semakin banyak generasi muda yang menjadi korban.
Sandi juga menyampaikan keluhan masyarakat : “Teroris saja di hutan bisa ditangkap, masa narkoba yang beredar di pemukiman, di depan mata, tidak bisa diungkap? Aneh tapi nyata!” Pernyataan ini menggambarkan frustrasi publik terhadap lemahnya penegakan hukum di Sumbawa.
Sandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi narkoba. “Mari kita selamatkan generasi muda Sumbawa! Jika dibiarkan, masa depan mereka akan hancur. Kita butuh tindakan nyata, bukan hanya sosialisasi tanpa penindakan tegas,” tegasnya.
Ia juga mendorong peningkatan sinergi antara BNN, Polres, Pemda, dan masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkoba di Sumbawa.
Sandi mendesak Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, BNN Sumbawa dan Kepolisian untuk: Memperkuat operasi pengungkapan jaringan narkoba, bukan hanya menangkap pengguna kecil. Kemudian meningkatkan pengawasan di lokasi rawan, seperti tempat hiburan dan lingkungan sekolah. Serta melibatkan masyarakat dalam patroli dan pelaporan peredaran narkoba.
“Kami tidak mau hanya mendengar laporan, tapi ingin melihat tindakan nyata. Jika tidak, Sumbawa akan kehilangan generasi emasnya,” tandas Sandi.
Sandi menutup pernyataannya dengan semangat optimisme, segaligus menaruh harapan besar sumbawa bisa menjadi kabupaten yang unggul, maju, dan sejahtera tanpa narkoba.
“Dengan gotong royong, kita pasti bisa membersihkan Sumbawa dari jerat narkoba. Salam Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera!” pungkasnya.
Editor/Pemred : Sahril Imran

Tidak ada komentar