
“TNI Sudah Kawal dari Awal hingga Pembayaran”
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Menanggapi pemberitaan sebelumnya mengenai penyerapan gabah petani di Desa Mamak, Kecamatan Lopok, Sumbawa, yang dinilai tidak maksimal.
Danramil 1607/06 Lape-Lopok, Letnan Satu Infanteri Hasanuddin, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa telah aktif mengawal proses penyerapan gabah di Desa Mamak hingga pembayaran ke petani.
“Informasi bahwa penyerapan gabah petani di Desa Mamak, Lopok tidak berjalan lancar adalah tidak benar. Kami, Babinsa, turun langsung mengawal proses ini dari awal hingga petani menerima uang hasil penjualan gabah,” jelas Danramil Hasanuddin dalam keterangannya, Senin (05/05/2025).
Diungkapkan Lettu Hasanuddin, sampai saat ini, telah ada puluhan Ton Gabah petani di Desa Mamak yang terserap oleh Mitra Bulog dengan pengawasan langsung Babinsa.
Petani juga mendapatkan harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500/kg, tanpa potongan. TNI tidak hanya memastikan penyerapan, tetapi juga memantau proses pembayaran kepada petani.
“Kami mengimbau petani yang ingin menjual gabah untuk menghubungi Babinsa terdekat. Ini agar tidak ada kesalahpahaman di lapangan dan prosesnya berjalan transparan,” ungkap Danramil.
Adapun TNI melalui Babinsa lanjut Lettu Hasanuddin, bertindak sebagai fasilitator antara petani, Bulog, dan mitra. Dan memastikan tidak ada praktik tengkulak yang merugikan petani, serta proses penyerapan dilakukan langsung di lokasi untuk memudahkan petani.
Kehadiran TNI dalam pendampingan ini diharapkan dapat : Memperlancar distribusi gabah ke Bulog. Melindungi petani dari permainan harga dan meminimalisir miskomunikasi antara petani dan instansi terkait.
“Bagi petani yang ingin menjual gabahnya ke Bulog melalui Mitra, silahkan berkordinasi dengan Babinsa di wilayah masing-masing dan TNI siap mengawal hingga proses tuntas,” pungkas Danramil. (Nuansa)

Tidak ada komentar