
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sadimin, ST, MT, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa untuk meninjau kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat bencana tanah longsor dan banjir.
Kunjungan yang dilaksanakan pada Senin 16 Juni 22025 ini didampingi langsung oleh Kepala BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, guna memastikan langkah cepat penanganan di lapangan.
7 Titik Kerusakan Prioritas yang Ditinjau
Berdasarkan hasil pantauan, terdapat tujuh titik kritis yang membutuhkan perbaikan segera untuk mengamankan akses transportasi dan logistik masyarakat. Berikut rinciannya: Ruas Jalan Lintas Lunyuk (KM 12–15) – Longsor mengakibatkan jalan putus dan material tanah menutup badan jalan.
Kemudian, Jembatan Desa Batu Tering (Jalan Lingkar Selatan) – Struktur jembatan mengalami retak akibat banjir bandang. Ruas Jalan Lingkar Selatan (KM 25–27) – Erosi parah di bahu jalan mengancam kelancaran arus lalu lintas. Ruas Jalan Lintas Lunyuk (KM 18–20) – Permukaan jalan ambles akibat drainase yang tersumbat. Jembatan Desa Labuhan Bontong – Pondasi jembatan terkikis aliran sungai deras. Ruas Jalan Lingkar Selatan (KM 32–34) – Longsor sekunder mengancam stabilitas lereng jalan. Dan Ruas Jalan Lintas Lunyuk (KM 22–24) – Banjir membawa material lumpur tebal yang menutup jalan.
Sadimin, ST, MT (Kepala Dinas PUPR NTB) “Kami telah mengidentifikasi tujuh titik kritis yang memerlukan penanganan segera. Tim teknis sudah turun untuk membuat desain perbaikan, termasuk penguatan struktur jalan dan jembatan yang terdampak. Anggaran darurat telah disiapkan untuk mempercepat normalisasi akses.”
Muhammad Nurhidayat, ST (Kepala BPBD Sumbawa) mengatakan bahwa, selain kerusakan fisik, BPBD juga memantau potensi longsor susulan di beberapa titik. “Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari area rawan saat cuaca ekstrem. Koordinasi dengan PUPR Provinsi berjalan baik untuk memastikan perbaikan berjalan tepat waktu,” ujar Kadis.
Adapun langkah tindak lanjut, yakni : Pengerukan material longsor dan lumpur di titik terdampak akan dimulai pekan ini. Penguatan struktur jembatan menggunakan material tahan erosi. Pemasangan bronjong dan retaining wall untuk stabilisasi lereng. Dan Perbaikan sistem drainase guna mencegah banjir ulang.
Dinas PUPR NTB menargetkan perbaikan di tahun 2025 ini, mengingat ruas-ruas tersebut vital bagi distribusi logistik dan mobilitas warga. Pemantauan rutin juga akan dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar