Sumbawa Besar, Nuansantb.id– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melakukan tinjauan langsung ke lokasi penanaman 1.000 pohon Ketapang Kencana di dua titik strategis Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan penghijauan yang dipusatkan di Karang Dima, Desa Bangkong (Kecamatan Labuhan Badas) dan Arena Pacuan Kuda (Kecamatan Moyo Hilir) ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Bank NTB Syariah, sekaligus menandai komitmen kuat Pemkab dalam pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis untuk Lingkungan Lestari
Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Jarot didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Bank NTB Syariah, serta camat setempat mengevaluasi kesiapan lahan dan progres penanaman.
“Ini adalah langkah nyata kita untuk mengembalikan kehijauan Sumbawa. Ketapang Kencana dipilih karena daya adaptasinya tinggi, pertumbuhannya cepat, dan memberikan nilai ekologis serta estetika,” tegas Jarot.
Beliau menjelaskan, pohon ini mampu mengurangi polusi udara, menahan abrasi, dan menciptakan iklim mikro yang sejuk. “Dalam 3–5 tahun ke depan, kawasan ini akan menjadi ruang terbuka hijau yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dukungan Bank NTB Syariah dan Partisipasi Masyarakat
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Bank NTB Syariah sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Direktur Bank NTB Syariah, menyatakan, “Kami berkomitmen mendukung program pemerintah daerah yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Penanaman pohon ini investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.”
Bupati Jarot juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perawatan pohon. “Keberhasilan penghijauan tidak hanya bergantung pada penanaman, tapi juga perawatan. Kami akan libatkan kelompok tani dan karang taruna untuk memastikan pohon tumbuh optimal,” ujarnya.
Selain manfaat lingkungan, program ini diharapkan menjadi edukasi publik tentang pentingnya konservasi alam. “Kami akan lanjutkan dengan penanaman di titik lain dan integrasikan dengan program wisata alam, seperti pembuatan jalur trekking di sekitar Arena Pacuan Kuda,” papar Haji Jarot.
Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa mencatat, target tahun 2025 adalah menanam 5.000 pohon di berbagai lokasi kritis. “Kami sudah menyiapkan sistem pemantauan pertumbuhan pohon berbasis teknologi GIS untuk memastikan akuntabilitas,” jelas Kepala Dinas, Ir. Syafruddin Nur.
“Mari jadikan Sumbawa contoh kabupaten hijau di NTB. Ini warisan kita untuk anak cucu,” pungkasnya.
Editor/Pemred: Sahril Imran





