Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa, Andi Rusni, SE., MM., mengungkapkan rencana pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang Bahaya LGBT dalam kegiatan Konsolidasi dan Silaturahmi DPC Partai Gerindra Sumbawa di Hotel Grande Samawa, Rabu (06/08/2025). Namun, ia mengakui bahwa proses ini masih tertunda karena belum ada payung hukum yang jelas dari pemerintah pusat.
“Kami di DPRD terus memantau dan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk dari kader Gerindra. Isu LGBT ini sangat serius, dan data di RSUD Sumbawa menunjukkan kondisi yang memprihatinkan,” tegas Andi Rusni, yang akrab disapa Andis.
Data Kesehatan Sumbawa: LGBT dan Penyebaran Penyakit Menular
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumbawa dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa, terdapat peningkatan kasus HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) di kalangan kelompok LGBT, khususnya di kalangan pria yang berhubungan sesama jenis (LSL).
– RSUD Sumbawa mencatat 37 kasus baru HIV/AIDS dalam 6 bulan terakhir, dengan 65% di antaranya berasal dari transmisi hubungan sesama jenis.
– RSUP Sumbawa (Rumah Sakit Manambai Abdulkadir) juga melaporkan tren serupa, dengan peningkatan 40% konsultasi kesehatan terkait LGBT dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 198 orang, 131 terinfeksi virus berbahaya tersebut.
– Dinas Kesehatan Sumbawa menyatakan bahwa faktor risiko utama meliputi kurangnya edukasi, stigma sosial, dan minimnya regulasi yang melindungi masyarakat dari eksploitasi seksual.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Jika tidak ada langkah tegas, dampaknya akan semakin meluas, terutama di kalangan remaja,” tegas Andis.
Fraksi Gerindra Sumbawa Siapkan Langkah Strategis
Sebagai upaya pencegahan, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa berencana mengusulkan beberapa program, antara lain:
Pertama, Perda Anti-LGBT– Meski masih menunggu regulasi pusat, Fraksi Gerindra akan mendorong pembahasan awal di DPRD.
Kedua, Edukasi Kesehatan Reproduksi – Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman bahaya LGBT dan pencegahan HIV/AIDS.
Ketiga, Penguatan Pengawasan Kelompok Rentan – Memperkuat peran Satpol PP dan dinas terkait dalam memantau lokasi-lokasi rawan prostitusi dan eksploitasi seksual.
Keempat, Rehabilitasi Sosial – Menyediakan program pendampingan bagi korban LGBT yang ingin keluar dari lingkungan berisiko.
“Kami tidak anti pada manusia, tapi kami menolak praktik yang merusak moral dan kesehatan masyarakat,” jelas Andis.
Ajakan untuk Kader Gerindra: Dukung Wabup Ansori dan Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Di akhir paparannya, Andis mengajak seluruh kader Gerindra Sumbawa untuk tetap solid mendukung Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua DPC Gerindra, Drs. H. Mohamad Ansori.
“Jangan biarkan Pak Ansori berjuang sendirian. Jika kita ingin memenangkan dua periode ke depan, semua kader harus terlibat aktif, minimal dengan menyebarkan semangat perjuangan di media sosial pribadi,” pesannya.
Ia menegaskan, Gerindra Sumbawa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moral dan kesejahteraan masyarakat. “Kami di DPRD akan terus memperjuangkan kebijakan pro-rakyat, termasuk penanganan isu LGBT ini,” tutupnya.
Editor/Pemred: Sahril Imran





