Nenek Penderita Stroke Tewas dalam Kobaran Api di Gang Sempit Buer

2 menit membaca
Sahril
PERISTIWA - 26 Agu 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Seorang nenek berusia 80 tahun, Hj. Martiah, meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tragis yang melalap rumahnya di Desa Juru Mapin, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Senin (25/08/2025) malam. Korban yang tengah terbaring lemah akibat stroke, diduga tewas karena tak mampu menyelamatkan diri saat sendirian di rumah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.51 WITA itu tidak hanya menghanguskan 90% rumah panggung milik Hj. Martiah beserta seluruh isinya, tetapi juga merambat dan membakar sebagian dinding rumah tetangganya, milik Agus. Lokasi kejadian yang berada di dalam gang sempit menjadi kendala besar bagi tim pemadam untuk menjangkau lokasi.

Kronologi kejadian bermula saat petugas Damkartan Kabupaten Sumbawa menerima panggilan darurat dari warga pada pukul 21.51 WITA. Tim Regu 3 Zona Alas berhasil tiba di lokasi pada pukul 22.12 WITA, disusul tim dari Zona Utan tiga menit kemudian.

Saat tim tiba, api telah membakar dengan cepat kedua rumah panggung kayu tersebut. Kendala terbesar adalah akses menuju lokasi yang sangat sempit, menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk masuk secara optimal.

Sebelum petugas tiba, warga setempat telah menunjukkan solidaritas yang tinggi. Mereka bahu-membahu memadamkan api secara swadaya menggunakan ember, baskom, dan peralatan seadanya untuk mencegah kobaran api menjalar ke rumah-rumah lain yang berdekatan.

“Upaya swadaya masyarakat inilah yang menjadi faktor kunci pencegah kebakaran yang lebih luas. Kesadaran mereka sangat tinggi dan patut diapresiasi,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si.

Proses pemadaman akhirnya dapat dikendalikan sepenuhnya pada pukul 23.04 WITA. Seluruh personel baru meninggalkan lokasi pada pukul 23.20 WITA.

Peristiwa ini berujung pada korban jiwa. Hj. Martiah, yang dalam kondisi sakit stroke dan terbaring lemah, ditemukan meninggal dunia. Keluarga yang biasanya merawatnya dilaporkan sedang tidak berada di rumah karena pergi latihan.

Selain duka yang mendalam, musibah ini juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Perkiraan sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan sedang dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Proses evakuasi dan identifikasi korban juga terus dilakukan.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez