“ATM Hidup” Sumbawa: Bupati Jarot Genjot Ekonomi Hijau dengan Kemiri dan Sengon Laut

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 10 Nov 2025

SUMBAWA, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mendorong sebuah transformasi ekonomi berbasis lingkungan dengan memperkenalkan konsep “ATM hidup” bagi petani. Solusi cerdas ini memadukan peningkatan pendapatan dengan konservasi hutan dan sumber daya air melalui penanaman pohon bernilai ekonomi tinggi, yaitu kemiri dan sengon laut.

Ketergantungan pada Tanaman Musiman dan Ancaman Kerusakan Lingkungan

Bupati Jarot menyoroti dua masalah utama: rendahnya pendapatan petani dari tanaman pangan musiman dan ancaman kerusakan hutan yang berimbas pada krisis air.

“Kalau dibandingkan menanam padi atau jagung, kemiri jauh lebih menguntungkan. Padi hanya menghasilkan sekitar Rp15 juta per hektare per panen, jagung pun sama,” papar Bupati Jarot, Senin (10/11/2025).

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya konservasi. “Jika sumber air hilang karena hutan rusak, perkumpulan petani pemakai air (P3A) tidak memiliki pekerjaan. Menjaga hutan adalah investasi masa depan anak cucu kita,” tegasnya, menyiratkan konflik antara tekanan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Solusi “ATM Hidup” yang Adaptif untuk Setiap Lahan

Sebagai jalan keluar, Bupati Jarot menawarkan solusi spesifik yang disesuaikan dengan kondisi lahan, dengan keuntungan finansial yang jauh lebih besar dan berkelanjutan.

Kemiri untuk Lahan Tinggi: ATM Jangka Panjang

Bupati mencontohkan kesuksesan warga Lantung, Hamzah, yang menanam 700 pohon kemiri. Dalam 5-6 tahun, kebun ini diproyeksikan menjadi “ATM hidup” yang menghasilkan Rp700 juta per tahun. “Menanam kemiri tidak memerlukan perawatan intensif, alat berat, atau penyemaian khusus,” jelas Jarot, menekankan kemudahan budidayanya.

Sengon Laut untuk Lahan Rendah: ATM dalam Kantong

Untuk dataran rendah, sengon laut adalah jawabannya. Dengan potensi hasil Rp200 juta per hektare pada tahun kelima, pohon ini menjadi tabungan yang sangat likuid. “Kalau butuh uang, tinggal hubungi pembeli, potong pohonnya, dan hasilnya langsung cair. Ini seperti ‘ATM dalam kantong’,” ujarnya.

Kesejahteraan Petani dan Kelestarian Lingkungan yang Berjalan Beriringan

Program ini dirancang untuk menciptakan dampak ganda: ekonomi hijau yang mensejahterakan dan konservasi yang berdampak langsung pada ketahanan air.

Bupati Jarot juga memberikan panduan praktis agar upaya ini tidak sia-sia. “Menanam tanpa pagar, sama dengan membuang garam ke laut,” pesannya tentang pentingnya melindungi bibit yang ditanam.

Ia pun mendorong seluruh jajaran pemerintah dan legislatif untuk memberi contoh dengan menanam pohon, sehingga masyarakat turut termotivasi. Program “ATM hidup” ini tidak hanya sekadar imbauan, tetapi sebuah strategi terpadu untuk membangun kemandirian ekonomi petani sekaligus menjamin keberlanjutan ekologis Sumbawa di masa depan.

“Setiap pohon yang tumbuh adalah penghasilan sekaligus harapan baru bagi bumi dan masyarakat Sumbawa,” tutup Bupati Jarot, menggarisbawahi visi jangka panjang dari gerakan ini.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez