DisKUKMindag Genjot Koperasi Desa Pemasok Utama Bahan Baku Makanan Bergizi Gratis

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 10 Nov 2025

SUMBAWA, Nuansantb.id – Guna mengamankan pasokan dan menekan inflasi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMindag) mendorong koperasi desa untuk menjadi tulang punggung penyediaan bahan baku bagi Sentra Pangan dan Pangan Gotong Royong (SPPG). Langkah strategis ini mendukung kelancaran program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Dinas (Sekdis) KUKMindag Sumbawa, Zulkifli, menegaskan bahwa setiap Koperasi Desa Merah Putih (KMP) harus membangun bisnis inti di bidang penyediaan kebutuhan SPPG. Hal ini menyikapi rencana pembangunan 83 SPPG yang berpotensi menciptakan pasar yang sangat besar.

“Dengan rencana 80-an SPPG yang akan beroperasi, kebutuhan bahan baku seperti sayur, telur, dan buah akan melonjak. Ini adalah peluang emas bagi pengurus KMP, sekaligus solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah seperti sayur dari Lombok dan telur dari Bali,” jelas Zulkifli, Senin (10 November 2025).

Menurutnya, ketergantungan pada pasokan luar berisiko menyebabkan kelangkaan dan memicu inflasi jika semua SPPG telah berjalan. Oleh karena itu, koperasi desa didorong untuk fokus memanfaatkan peluang ini.

“Daripada menjadi agen elpiji atau pupuk yang marginnya kecil, menjadi penyuplai terdekat untuk SPPG justru memberikan keuntungan yang lebih signifikan. Ini bisnis yang nyata dan langsung menyentuh kebutuhan dasar program prioritas,” tegas Zulkifli.

Peluang Besar, Potensi Desa Digarap

Zulkifli mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 10 SPPG yang beroperasi dengan kebutuhan sayuran saja mencapai 3 ton per hari. Angka ini belum termasuk permintaan untuk telur dan daging ayam.

“Bayangkan ketika 83 SPPG semuanya berjalan. Inilah momentum bagi KMP untuk menghimpun semua potensi pertanian dan peternakan yang ada di desa mereka,” ujarnya.

Untuk memastikan kesiapan pasokan, pemerintah saat ini aktif melakukan pemetaan terhadap potensi setiap desa. Langkah ini untuk mengetahui kapasitas produksi lokal dan mengidentifikasi kebutuhan yang masih harus dipenuhi dari luar daerah.

“Kami petakan dulu potensi dalam daerah. Dengan data yang akurat, kita bisa melakukan intervensi yang tepat untuk mempersiapkan bahan baku di dalam daerah sebanyak mungkin, sekaligus menguatkan ekonomi desa,” tambahnya.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk menjamin akses makanan bergizi bagi anak-anak dan masyarakat. Koordinasi antar-instansi terus ditingkatkan guna memperlancar distribusi pasokan bahan baku ke SPPG.

“Keberhasilan program ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Kami terus menyempurnakan sistem distribusi agar efisien dan merata, sehingga tidak ada satu pihak pun yang tertinggal,” pungkas Zulkifli.

Dengan langkah ini, Koperasi Desa di Sumbawa tidak hanya diajak menjadi pelaku usaha, tetapi juga diandalkan sebagai pilar ketahanan pangan lokal dalam mensukseskan program strategis nasional.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez