Fraksi Gelora Sumbawa Ingatkan Sekolah: Hindari Euforia dan Iuran Paksa di Hari Guru

3 menit membaca
Sahril
POLITIK - 24 Nov 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Menyambut peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2025, Fraksi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan imbauan penting kepada seluruh sekolah di wilayah tersebut.

Fraksi Gelora meminta agar perayaan tidak terjebak dalam euforia berlebihan yang berpotensi memberatkan siswa dan orang tua, khususnya melalui praktik iuran atau uang kumpulan yang dipatok secara paksa.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Anggota Fraksi Gelora, Sandi, S.Pd., M.M., yang juga merupakan seorang praktisi pendidikan. Sandi menegaskan bahwa semangat menghargai jasa guru tidak boleh dibelokkan menjadi beban finansial bagi peserta didik.

“Kami menyadari Hari Guru sangat penting untuk senantiasa dirayakan sebagai wujud penghormatan dan apresiasi terhadap dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, esensinya jangan sampai bergeser. Jangan sampai perayaan yang berlebihan, apalagi yang sampai meminta iuran kepada para murid, justru mengaburkan makna sesungguhnya. Sebab, kita harus ingat, tidak semua murid maupun wali murid memiliki kemampuan ekonomi yang sama,” ujar Sandi tegas, dalam pernyataannya yang diterima redaksi Nuansantb, Senin (24/11/2025).

Mengembalikan Esensi Perayaan yang Humanis dan Edukatif

Sandi, yang akrab dengan dinamika dunia pendidikan, melihat adanya kecenderungan di beberapa sekolah dimana perayaan Hari Guru justru menjadi momentum untuk “pamer” atau “gengsi”. Kondisi ini, lanjutnya, seringkali memicu sekolah atau komite untuk mematok iuran dalam jumlah tertentu guna membiayai acara seremonial, hadiah, atau kegiatan lain yang tidak esensial.

“Kita harus kembali kepada khittahnya. Esensi Hari Guru adalah momentum untuk refleksi, memperkuat hubungan emosional antara guru dan murid, serta membangkitkan semangat belajar. Bukan tentang seberapa meriah pesta atau seberapa mahal hadiahnya,” papar Sandi.

Ia menambahkan, tekanan untuk membayar iuran dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kecemasan, dan bahkan perundungan sosial (social bullying) bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Bayangkan psikologis seorang anak yang orang tuanya kesulitan membayar iuran. Dia bisa merasa minder, dikucilkan, atau terpaksa memaksa orang tuanya yang sedang kesulitan. Ini yang harus kita hindari. Jangan sampai niat baik memuliakan guru justru menginjak-injak harga diri dan hak pendidikan muridnya,” tegasnya.

Alternatif Perayaan yang Bermakna dan Tanpa Beban

Sebagai solusi, Fraksi Gelora melalui Sandi menawarkan sejumlah alternatif perayaan yang lebih bermakna, edukatif, dan bebas dari beban finansial. Beberapa ide yang dapat dikembangkan antara lain:

Lomba Kreativitas Edukatif: Mengadakan lomba menulis surat, membuat puisi, atau video pendek berisi ucapan terima kasih untuk guru. Kegiatan semacam ini justru mengasah bakat dan mengungkapkan rasa syukur secara tulus.

Pagelaran Seni Sederhana: Menampilkan pertunjukan seni seperti paduan suara, drama pendek, atau tarian yang dipersembahkan oleh siswa untuk guru. Kegiatan ini dapat melatih kepercayaan diri dan kekompakan.

Gerakan “Satu Hari Mengajar”: Memberikan kesempatan kepada siswa senior untuk merasakan menjadi guru sehari, sehingga mereka lebih memahami tantangan dan kerja keras para pendidik.

Karya Bakti Membersihkan Sekolah: Aksi nyata seperti membersihkan dan merapikan kelas, perpustakaan, atau lingkungan sekolah dapat menjadi bentuk bakti yang sangat dihargai.

“Intinya, momen Hari Guru harus kita isi dengan kegiatan yang membangun karakter, bukan konsumtif. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang untuk memperkuat tali silaturahmi dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sumbawa, tanpa membebani satu pihak pun,” pungkas Sandi.

Fraksi Gelora berharap imbauan ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sumbawa, sehingga perayaan Hari Guru tahun 2025 dapat berlangsung khidmat, bermakna, dan penuh dengan nilai-nilai kepedulian sosial.

Selama Hari Guru untuk seluruh Guru di Indonesia terkhusus Kabupaten Sumbawa, teruslah menjadi penerang, Merawat Semesta dengan Cinta “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez