Hutan Kritis, Bupati Jarot Luncurkan “Safari Sumbawa Menanam”: 54 Juta Bibit untuk Selamatkan Lingkungan

2 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id – Setelah membentuk Satgas Pengamanan Hutan yang menuai polemik, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., kini melangkah lebih konkret dengan meluncurkan gerakan penanaman massal.

Bertajuk “Safari Sumbawa Menanam”, gerakan ini akan digelar serentak di tiga lokasi pada Selasa, 16 Desember 2025, sebagai langkah awal rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang mencapai luasan mengkhawatirkan.

“Fungsi Bupati tidak hanya sebagai wakil rakyat dan wakil pemerintah. Di Sumbawa, saya tambahkan satu lagi: sebagai Wakil Bumi,” tegas Bupati Jarot di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025), dengan semangat menggebu. “Saya yakin setiap elemen kehidupan, termasuk alam dengan flora, fauna, air, dan tanahnya, memiliki aspirasi. Aspirasi itu yang sering diabaikan, dan saya merasa terpanggil untuk memperjuangkannya.”

Gerakan putaran pertama ini akan fokus pada tiga titik strategis. Lokasi pertama adalah Kawasan Beringin Sila, Kecamatan Utan, seluas 50 hektar yang masuk dalam daerah tangkapan air (catchment area) bendungan. Saat ini kawasan tersebut kering dan tandus, mengancam keberlanjutan bendungan dan lahan pertanian warga. Sebanyak 5.000 bibit kemiri akan ditanam di sini oleh Bupati bersama Forkopimda dan masyarakat.

Lokasi kedua di Arena Pacuan Kuda Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir (3 Ha), akan ditanami 500 bibit jambu kristal dan mangga. Sementara lokasi ketiga di Kawasan Bara Batu, Dusun Kapas Sari (30 Ha), akan dihijaukan dengan 12.000 bibit sengon. Dua lokasi terakhir akan melibatkan karyawan, OPD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ia lahir dari data kritis yang memprihatinkan. Berdasarkan data yang diungkap Bupati, Kabupaten Sumbawa memiliki Hutan Sangat Kritis dan Kritis seluas 51.434 Ha (tersebar di 91 desa), Hutan Potensial Kritis 131.000 Ha (95 desa), dan Kawasan Non Hutan Kritis 41.000 Ha. Untuk memulihkannya, dibutuhkan sekitar 54 juta bibit pohon.

“Inilah yang mendasari semangat kita. Kita butuh sekitar 54 juta bibit untuk merehabilitasi kerusakan ini. Safari Menanam adalah langkah awal untuk membangkitkan kesadaran dan aksi kolektif,” papar Jarot.

Meski langkah sebelumnya membentuk Satgas Pengamanan Hutan mendapat tekanan, Bupati menyatakan tidak akan surut. Safari Menanam justru menjadi bukti komitmen berkelanjutannya. Beberapa kecamatan seperti Lenangguar, Empang, dan Lunyuk telah mengajukan diri menjadi lokasi berikutnya.

Bupati Jarot pun secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi. “Saya mengajak seluruh masyarakat bergabung. Bibit akan disediakan. Mari bersama-sama, dengan riang gembira, menanam sebagai investasi kehidupan masa depan. Hasilnya nanti bernilai ekonomi tinggi dan akan dinikmati oleh pemilik lahan,” ajaknya penuh keyakinan.

“Safari Sumbawa Menanam ini adalah komitmen teguh kami untuk menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkas Bupati Jarot.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez