Sedeka Ponan, Bupati Jarot Dukung Tradisi Warisan Budaya Samawa

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 01 Feb 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Gelaran Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan yang digelar di Dusun Malili, Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Sabtu (31/01/2026) malam, menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Tau Samawa tetap hidup dan berdenyut di tengah masyarakat.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, beserta jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga ini, tidak hanya menjadi ajang hiburan tetapi juga tonggak sejarah baru bagi pelestarian adat di wilayah tersebut.

Kehadiran Bupati Jarot dan dukungan konkret Pemkab Sumbawa menjadi titik berat perhelatan tahunan ini. Untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 2004, Lembaga Adat Ponan menerima alokasi dana langsung dari pemerintah daerah.

“Dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Bupati ini adalah bentuk nyata pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya kami. Ini memacu semangat kami untuk terus menjaga warisan leluhur,” ungkap Ketua Lembaga Adat Ponan, Drs. H. Amrullah, dalam laporannya.

Dukungan tersebut disambut positif sebagai angin segar bagi keberlanjutan tradisi Sedeka Ponan, yang merupakan ritual syukur agraris dan dihelat secara bergilir di tiga dusun (Poto, Bekat, dan Malili) setiap tahunnya.

Panggung budaya diisi secara bergantian oleh berbagai sanggar seni lokal seperti Sanggar Seni Buin La Jendre, Matano, Bulaeng, Samawa Etnis, Nisung Gali, serta penampilan musik dari Rajasua Band, menciptakan atmosfer kebanggaan kolektif yang meriah.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa Sedeka Ponan jauh lebih dari sekadar upacara seremonial.

“Sedeka Ponan adalah ekspresi budaya yang sarat nilai. Nilai syukur, kebersamaan, dan kecintaan terhadap alam dalam tradisi ini sangat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah, khususnya program Sumbawa Hijau Lestari yang kami wujudkan melalui Safari Sumbawa Menanam,” papar Bupati Jarot.

Ia menambahkan, pesan untuk menjaga dan melestarikan alam akan lebih mudah diterima dan membumi ketika disampaikan melalui medium seni dan budaya yang telah mengakar di hati masyarakat.

Bupati Jarot juga mendorong agar event budaya semacam ini terintegrasi dengan pengembangan pariwisata daerah. “Event seperti Sedeka Ponan yang memadukan seni tradisi, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat secara utuh, sudah seharusnya masuk dalam kalender pariwisata Kabupaten Sumbawa. Ini adalah potensi wisata budaya yang authentic dan berdaya tarik tinggi,” tegasnya.

Di bawah cahaya lampu panggung, acara yang berhasil menjadi ruang pertemuan lintas generasi itu pun ditutup dengan sukses. Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan kembali membuktikan perannya sebagai ruang hidup untuk bersyukur, merawat identitas, dan memperkuat kebersamaan yang terus ditransmisikan kepada generasi penerus Samawa.

Dukungan pemerintah daerah kali ini menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya berjalan beriringan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez