Pimpin Penanaman 500 Pohon di Selante, Wabup Ansori : Sukses Bila Tumbuh Subur

3 menit membaca
Sahril

SUMBAWA, Nuansantb.id– Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara langsung memimpin kegiatan penanaman 500 pohon di kawasan Bendungan Selante, Kecamatan Plampang, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Gerakan Safari Penanaman Pohon Serentak yang digalakkan di seluruh wilayah kabupaten.

Di tengah hamparan lahan yang akan dihijaukan, Haji Ansori menekankan dengan tegas bahwa misi penghijauan harus melampaui sekadar acara seremonial. Ia menyerukan agar gerakan ini dijadikan sebagai aksi berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” tegas Wakil Bupati di hadapan masyarakat yang ikut berpartisipasi.

Menurutnya, penanaman pohon di area Bendungan Selante memiliki nilai strategis ganda. Selain untuk memperkuat daya dukung ekosistem di sekitar sumber air, kegiatan ini juga bertujuan mencegah erosi dan sedimentasi yang dapat mengurangi umur dan fungsi bendungan. Keberadaan pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menjadi penahan alami, menjaga kualitas air, dan meningkatkan cadangan air tanah untuk kebutuhan pertanian dan masyarakat di sekitarnya.

“Bendungan ini adalah aset vital untuk ketahanan air dan pertanian kita. Menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya sama dengan mengamankan masa depan sumber kehidupan rakyat Sumbawa,” ujar Haji Ansori.

Kegiatan penanaman yang berlangsung selama beberapa jam itu dilakukan dengan penuh semangat gotong royong. Bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman keras dan buah yang disesuaikan dengan kondisi lahan setempat, seperti kemiri, mahoni dan lainnya. Pemilihan varietas ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga nilai ekonomis bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Wabup Ansori juga menginstruksikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk tidak hanya bertanggung jawab pada tahap penanaman, tetapi juga melakukan pemantauan dan perawatan secara rutin. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan kegiatan ini bukan pada jumlah bibit yang ditanam hari ini, melainkan pada jumlah pohon yang tumbuh subur dan berkelanjutan.

“Saya minta ada tim yang rutin memantau. Jangan sampai kita tanam hari ini, lalu ditinggalkan dan mati. Ini yang harus kita hindari. Keberhasilan kita ukur dari pohon yang hidup, bukan dari bibit yang kita bawa,” pesannya tegas.

Gerakan serentak ini diakui oleh Ansori sebagai langkah awal. Ia berkomitmen untuk mendorong kegiatan serupa di berbagai titik kritis dan daerah tangkapan air lainnya di Kabupaten Sumbawa. Partisipasi masyarakat, menurutnya, adalah kunci utama. Ia mendorong terbentuknya kelompok-kelompok peduli lingkungan di setiap desa untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan alam.

“Penghijauan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari jadikan Sumbawa yang hijau ini sebagai warisan terbaik untuk anak cucu kita kelak,” ajaknya.

Dengan adanya keterlibatan langsung pimpinan daerah, diharapkan kegiatan ini dapat memantik kesadaran kolektif yang lebih luas. Aksi nyata di Bendungan Selante ini diharapkan menjadi titik tolak bagi terciptanya gerakan lingkungan yang masif dan berkelanjutan, mengubah paradigma dari sekadar seremonial menjadi sebuah budaya masyarakat Sumbawa dalam menjaga bumi.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez